oleh

Bujuk Rayu Pemuda Pekon Pasir Ukir, “Mengukir” Gadis Belia Berkali-kali

Pringsewu – Nama dunia mayanya Langit Merah Saputra, aslinya berinisial IP, usia 26 tahun. Agar keren, ia mengaku polisi bagian intel. Ia sukses “ngintilin” anak gadis di bawah umur di Facebook, merayunya, memacarinya hingga mencabuli gadis itu berkali-kali.

Siapa sebenarnya Si Langit Merah?

IP alias Langit Merah Saputra adalah petani, tak jelas apakah ia punya sawah ladang sendiri atau hanya seorang buruh tani. Tinggal di Pekon Pasir Ukir Kecamatan Pagelaran, Pringsewu.

Dia telah ditangkap Tim Tekab Unit Reskrim Polsek Pringsewu Kota Sabtu, 27 Juni 2020 pukul 21.00 WIB kemarin di Dusun Karang Kumbang Pekon Margakaya Kecamatan Pringsewu.

Tuduhan terhadapnya sangat serius. Ia diduga telah melakukan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, warga Pringsewu.

Baca Juga :  Pemkab Tanggamus Peringati HARGANAS dan HANI
Bagaimana peristiwa itu bisa terjadi? Begini ceritanya….

Meski tak ganteng-ganteng amat, ternyata tak sulit bagi IP menaklukan gadis yang ia “ngintilin” di FB. Modalnya cuma dua, yakni nama keren Langit Merah…. dan rambut cepak mirip anggota polisi.

Menurut Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Basuki Ismanto, SH. MH, perkenalan pelaku dengan korban terjadi sekitar April lalu.

Si Langit Merah mengaku sebagai anggota intel polisi. Korban terpedaya, lalu keduanya mulai intens berkomunikasi baik melalui medsos maupun WA, lalu ketemuan. Lalu pacaran, lalu….

Hebatnya, meski baru berkenalan, Si Langit Merah tak kesulitan menemui korban, bahkan ia dengan mudah bisa menginap, tentu saja dengan cara mengendap-endap pada saat tengah malam.

Baca Juga :  Warga di Delapan Kampung Waykanan Terima BST

Modus menginap karena kemalaman dan mengendap-endap ini, kerap ia lakukan hingga sampai ke kamar korban. Jika situasi relatif aman, Langit Merah cukup memanfaatkan ruang tamu yang temaram.

Menurut Basuki Ismanto, dua lokasi itulah yang sering digunakan Si Langit Merah untuk melesakkan hasrat birahinya.

“Tidak sekali, tapi berkali-kali. Tak peduli orang tua korban ada atau tidak ada di rumah. Terakhir perbuatan bejatnya terjadi Sabtu tanggal 20 Juni 2020,” jelas Basuki.

Mengapa ini bisa terjadi?

Ya tentu saja bisa, apalagi dilancarkan oleh seorang laki-laki yang mengaku anggota polisi. Tapi, menurut Basuki, korban termakan bujuk rayu pelaku yang berjanji akan menikahi korban suatu hari nanti.

Baca Juga :  Ups Salah! Tower "Sombong" di Simpang Pematang Bukan Milik XL Axiata

Apakah pelaku akan menikahi korban setelah ditangkap polisi? Belum jelas. Sebab, sampai saat ini polisi masih memproses pelaku dengan bidikan 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.(her)

Tulis Komentar

News Feed