oleh

Mengadu ke Pemkab, Komunitas Seni dan Budaya Curhatnya Bikin Sedih

-DAERAH, MESUJI-125 views

Mesuji – Pandemi Covid-19 telah membuat hidup anggota komunitas seni dan budaya di Mesuji menjadi sulit. Seret order, tak ada UM (uang masuk) akibat larangan berkerumunan yang sempat berlaku. Mereka pun mengadu ke pemerintah setempat.

Komunitas ini curhat di forum besar, yakni rapat Kesiapan New Normal yang digelar di Ruang Pertemuan Sekretaris Daerah (Sekda) Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Mesuji, Desa Wiralaga Mulya, Kecamatan Mesuji, Kamis(02/07).

Adi, Ketua komunitas itu mengungkapkan, larangan pesta resepsi pernikahan dan resepsi lainnya telah menyebabkan usaha yang digelutinya, wedding organizer (WO) lumpuh total.

Ia mengaku, untuk bertahan sampai menjual ponselnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Kami bersama teman-teman yang tergabung dalam komunikasi seni dan budaya yang bergerak di bidang Wedding Organizer sempat mengajukan audiensi terkait nasib kami karena pandemi, tapi kali ini kami bisa menyuarakan keluh kesah kami. Hidup kami kini susah Pak,” keluh Adi.

Baca Juga :  Wakapolda Lampung Pantau Kesiapan Ketahanan Pangan Pringsewu

Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Mesuji, Kompol M Joni yang hadir dikegiatan tersebut merespon dengan mengintruksikan anggotanya untuk mendata masyarakat yang masih belum tersentuh bantuan seperti komunitas tersebut.

Kami belum tau jika masih ada yang belum menerima bantuan, karena kita dari Polres terus menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak. Jika perlu kami akan salurkan untuk komunitas seni dan budaya,” ungkap Wakapolres.

Senada dengan Wakapolres, Bupati Mesuji Hi. Saply. TH., juga dengan tegas mengintruksikan Dinas Sosial untuk lebih jeli mendata masyarakat terdampak yang belum tersentuh bantuan sosial.

“Tolong Dinas Sosial mendata lagi terkait masyarakat yang belum tersentuh bantuan, karena ternyata masih ada masyarakat terdampak yang masih belum menerima bantuan,” tegas Saply. (rado)

Tulis Komentar

News Feed