oleh

Anggaran Penanganan Covid-19 di Pringsewu Tidak Transparan, DPRD Minta Rincian Penggunaan

PRINGSEWU-Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Pringsewu menilai penggunaan anggaran Covid-19 tidak transparan.

Betapa tidak, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 hanya memberikan laporan penggunaan anggaran secara gelondongan dan tidak terperinci.

“Dari data laporan pengunaan anggaran penaganan covid 19 2020, dari tim gugus tugas baru terserap berkisar 25 % dan sudah terleasasi Rp28 milia dari total anggaran Rp 113 miliar yang bersumber APBD, dan laporan pengunaan anggaran, tidak terperinci hanya laporan gelondongan,” ungkap Ketua Banggar DPRD Pringsewu Suherman SE, saat rapat tertutup dengan tim gugus tugas yang diwakili Asisten III Hasan Basri, di gedung DPRD Pringsewu, Senin (6/7).

Untuk itu, Suherman menegaskan jika tim gugus tugas untuk segera memperbaiki laporan penggunaan anggaran kembali sesuai item per item.

Baca Juga :  Waykanan Aktifkan Posko Gugus Tugas Covid-19 di Perbatasan OKU

“Kami dalam rapat (banggar) dengan tim gugus tugas, tidak menerima,tolong diperbaiki laporan ya. Kalau anggaran sebesar ini, digunakan untuk apa saja, aitem nya harus terperinci , seperti ini laporan ya gelondongan,” ungkap Suherman, yang juga ketua DPRD Pringsewu.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa merta merta mengeluarkan dana penanganan Covid-19 secara “jor joran” bahkan tidak memberikan laporan secra terperinci.

Menyikapi pemberitaan di beberapa online terkait adanya pengusiran awak media saat meliput di ruang rapat dengan tim gugus tugas, Suherman membantah tidak ada pengusiran.
Karena rapat tersebut merupakan pembahasan penggunaan angggran penanganan covid 19,yang sifatnya rapat tertutup.

“Sabar setelah rapat tim banggar selesai. Toh kami akan sampaikan kepada media berapa anggaran yang telah terealisasi dan juga penyerapan anggaran yang sudah dilaporkan, ” tegasnya.
Berdasarkan data yang diterima tim Banggar dari Tim gugus tugas di Kabupaten Pringsewu setelah rapat usai total anggaran dari refovusing Rp 74,9 miliar , BGT (belanja tidak terduga Rp 38,903 miliar dari total Rp 113 miliar , yang dilaporkan yang sah, baru BLT DD yang dilaporkan pihak pekon. (Her/JJ)

Tulis Komentar

News Feed