oleh

Nah Ini Dia, KPU Diminta Coret Bacalonkada Bekas Pecandu Narkoba, Ada Gak Ya….

Haluanlampung.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta segera menerbitkan PKPU yang mengatur larangan mantan pengguna dan pecandu narkoba mengikuti konstestasi pilkada.

Permintaan itu disampaian Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyusul adanya putusan MK tentang syarat pencalonan Pilkada 2020 Pasal 7 ayat (2) huruf i Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

Menurut dia, dengan adanya PKPU tersebut, maka partai politik pengusung akan menyiapkan calon kepala daerah yang bersih dari narkoba.

“Setelah MK bilang pecandu narkoba dilarang nyalon ya harus diterjemahkan KPU bahwa partai manapun yang mengusung calon pecandu narkoba ya didiskualifikasi,” kata Adi, Rabu, 8 Juli 2020.

Larangan mantan pecandu/pengguna narkona, jelas Adi, berimplikasi positif bagi kualitas kepemimpinan daerah.

Baca Juga :  Sempat Tertunda, SKB CPNS Kemenag Diminta Daftar Ulang

“Bagaimana mungkin seorang pecandu narkoba bisa memimpin dengan baik, kalau dia sakau, bagaimana,” jelas Adi.

Dia mengingatkan putusan MK mesti direspons positif oleh KPU karena narkoba masuk kategori kejahatan luar biasa.

“Kan lucu kalau MK memutuskan tidak boleh maju, tapi tiba-tiba KPU bilanh tak ada aturannya. Itu pasti menjadi celah. Partai ini kan pasti sudah menghitung, dan masyarakat juga kan belum mau peduli mau mantan narapidana, mantan narkoba, selama dia mampu meyakinkan masyarakat,” ujarnya.(*/iwa)

Tulis Komentar

News Feed