oleh

Isu Lama Ijazah Nanang, Tim Kuasa Hukum: Ditemukan Kejanggalan

Lampungselatan – Menjelang Pilkada 2020, Bupati Lampung Selatan Pertahana Nanang Ermanto kembali diterpa polemik lama terkait penggunaan ijazah palsu saat menjadi anggota DPRD sejak 2009.

Polemik lama yang dindikasi ada unsur kesengajaan untuk dinaikkan kemasyarakat tersebut, harus segera diselesaikan dengan langkah yang benar. Akhirnya Tim kuasa hukum Nanang Ermanto melaporkan mantan anggota DPRD Lampung Selatan (Lamsel) Sutrimo yang kini menjabat sebagai Kepala Desa Margodadi Kecamatan Jati Agung atas dugaan pencemaran nama baik di Polres setempat, Rabu siang (29/7/20).

Menurut Hasanudin Ketua Tim Kuasa Hukum Nanang Ermanto, pihaknya melaporkan Sutrimo dengan dugaan pelanggaran pasal 311 KUHP ke unit Tipikor Polres Lamsel.
“Indikasinya Terlapor melanggar 311 KUHP ancaman 4 tahun, tentang pencemaran nama baik, dimana terlapor mengatakan dimedia online pada tanggal 27 Juli 2020 dirumahnya, bahwa ijazah SMA pak Nanang Palsu,” pungkasnya

Baca Juga :  Letkol Kav Joko Sunarto Resmi Jabat Dandim 0426 Tuba

menurut Merik anggota tim kuasa hukum, Dulu saat pilkada 2015, Nanang Ermanto melaporkan, mantan wakil bupati Lamsel, Eki Setyanto kepolisi, dengan masalah yang sama, soal isu ijazah palsu.

“Kemudian jelang Pilkada 2020, isu tentang ijazah palsu Nanang Ermanto kembali dihembuskan kali ini oleh Kepala Desa Margo Dadi, Jati Agung yang juga mantan anggota DPRD Lamsel, Sutrimo yang mengatakan itu di sejumlah media online lokal” ujarnya

Ia mengatakan ada hal janggal soal isu ijazah palsu tersebut, jika Klien mereka benar berijazah palsu tentu, tak mungkin Nanang bisa jadi anggota DPRD 2 periode dan menjadi wakil bupati kemudian menjadi bupati Lamsel.

Jika tidak segera dilaporkan ke penegak hukum, menurut Merik, Klien mereka khawatir akan ada gesekan diakar rumput.

Baca Juga :  Bupati Saply Terima Kunker Dari DPD RI

“Pak Nanang khwatir ini bentuk adu domba dan takutnya menjadi fitnah horizontal. Baiklah Kita adu data di kepolisian mana yang benar, klaim Terlapor atau Klaim Pelapor.”tutupnya

Tim kuasa hukum dari kantor Bantuan Hukum Sai Bumi Selatan (LBH Sabusel) yang berjumlah 7 orang, yakni, Hasanudin, Eko Umaidi, Merik Havit, Zamroni, Daniel Simamora, Deny Galih Riazy dan Fikri Amrullah

Diketahui Berita soal ijazah palsu tersebut dimuat situa berita, lantainews.com, sinarlampung.co , lintaslampung.com dan kanal youtube Lantai News TV. (*)

Tulis Komentar

News Feed