oleh

Buka Penjaringan, Partai Nasdem Mesuji Berpotensi “Remuk” di Dalam

Mesuji – Ada dua hal menarik untuk disimak dalam proses pemilihan Wakil Bupati Mesuji.

Pertama: bermunculan sejumlah nama yang siap maju mendampingi Bupati Saply, meski Sang Bupati belum pernah sekali pun menyampaikan seperti apa figur yang dia inginkan untuk menjadi pendampingnya.

Munculnya sejumlah nama bakal calon tersebut seiring dibukanya penjaringan oleh partai politik. Ini adalah positif bagi masa depan pemilihan wakil bupati yang sebelumnya sempat jalan di tempat.

Hal kedua yang tak kalah menarik adalah keputusan Partai Nasdem setempat yang mendadak membuka penjaringan, bahkan menegaskan akan memberi prioritas yang sama bagi siapa pun yang mendaftarkan diri di partai itu, termasuk non kader Partai Nasdem.

Baca Juga :  Tok...RUU Ciptaker Disetujui Pesangon dan UMK Tetap Ada

Partai Nasdem telah membuka penjaringan sejak 1 Agustus hingga berakhir 7 Agustus nanti.

Kader Partai Golkar Haryati Candralela sudah mendaftarkan diri, bahkan berkasnya sudah dinyatakan lengkap.

Terakhir seorang pengusaha bernama Hendra Kusuma Wijaya juga telah menyodorkan berkasnya ke panitia penjaringan Partai Nasdem, Rabu (05/08).

Keputusan Partai Nasdem Mesuji membuka penjaringan tentu mengejutkan bagi kader, pengurus dan anggota fraksi Partai Nasdem di Mesuji. Sebab, diketahui sudah ada kader Nasdem setempat, Idrus Topik yang menyatakan siap dicalonkan. Dikabarkan, Idrus Topik sudah mengantongi dukungan dari partai lain.

Menanggapi hal ini, para anggota fraksi Partai Nasdem di DPRD Mesuji cenderung tak mau memberi komentar. Namun seorang anggota fraksi membenarkan bahwa keputusan membuka penjaringan adalah keputusan yang mengacaukan, dan merusak soliditas partai.

Baca Juga :  Saply TH Resmi Jabat Ketua PMI Mesuji

Untuk diketahui, Fraksi Nasdem dengan 10 kursi adalah fraksi terbesar di DPRD Mesuji. Partai ini hanya berhasil mendudukkan kadernya, Elfianah menjadi ketua dewan, namun untuk alat kelengkapan dewan seperti komisi-komisi, tak satu pun kader Nasdem yang menjadi ketua. Secara angka, partai Nasdem mayoritas, namun lemah secara politik.

Menurut kader Nasdem tersebut, penjaringan Partai Nasdem kali ini berpotensi mengulang “kebodohan” yang sama, karena memberi peluang melepaskan kekuatan politik yang seharusnya bisa diperjuangkan bersama-sama.

“Kita punya kader sendiri, dan sangat layak disiapkan menjadi calon wakil bupati, bahkan partai lain pun sudah mendukung. Lalu, apa urgensinya kita membuka penjaringan. Seharusnya kita berjuang bersama-sama mengantar kader sendiri menjadi wabup,” tanya dia heran.(*/rado)

Tulis Komentar

News Feed