oleh

Limbah di Pesisir Pantai Lamtim Cemari Enam Desa

LAMPUNG TIMUR – Limbah di sepanjang pesisir pantai Lampung Timur selain beracun dan berbahaya juga berdampak terhadap kelangsungan tambak udang.

Berdasarkan siaran pers Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Eksekutif Daerah Lampung, Senin (24/8) tercatat ada enam desa yang berada di pesisir pantai terdampak limbah di Kecamatan Labuhan Maringgai, yakni Desa Margasari, Desa Sri Minosari, Desa Muara Gading Mas,Desa Bandar Negeri,Desa Karya Makmur dan Desa Karya Tani.

Walhi membeberkan, hasil penelitian atau investigasi pencemaran limbah di pesisir pantai Lampung Timur yang terjadi sejak Kamis (20/8) lalu menyebutkan, dalam investigasi yang dilakukan Walhi Lampung pada 23 Agustus 2020 telah menemukan fakta di lapangan di pesisir Pantai Margasari, terdapat temuan gumpalan oli yang berbusa berwarna coklat keputihan dan cairan oli berwarna hitam di bibir pantai.

Baca Juga :  Pasar Kota Agung Tutup, Security Harapkan Bantuan Kompensasi

Dengan panjang berkisar 798 meter dan lebar 10 meter, serta kedalaman cemaran limbah relatif 4-5 centimeter. Belum ada dampak serius yang terlihat di wilayah tersebut.

Berikutnya di Pesisir Pantai Muara Gading Mas, terdapat temuan limbah seperti aspal berbentuk semi padat dengan panjang berkisar 1.978 meter dan lebar sekitar tujuh meter.

Dampak pencemaran limbah ini terhadap Pantai Muara Gading Mas langsung berdampak terhadap kebersihan pantai wisata yang ada di Muara Gading Mas utamanya Pantai Kerang Mas .

Di Pesisir Pantai Bandar Negeri, terdapat temuan limbah berupa aspal dan oli yang berserakan di bibir pantai dengan panjang sekitar 2.173 meter dan lebar sekitar tujuh meter.

Baca Juga :  Terus Naik, Positif Covid-19 Mencapai 826 Kasus

Pencemaran limbah berdampak langsung kepada petani tambak udang dan wisata pantai karena masih terdapat sisa pencemaran yang terbawa ombak di pesisir pantai Bandar Negeri. Sebanyak 14 wilayah tambak juga terdampak oleh pencemaran.

Hingga saat ini pengelola pantai dan masyarakat masih membersihkan sisa limbah yang berbentuk aspal dan oli ini untuk dikumpulkan dan dimasukan dalam karung.

Limbah juga sudah dibawa sampelnya untuk dilakukan uji laboratorium dan dampak dirasakan langsung di seluruh kawasan wisata pesisir pantai karena adanya pencemaran ini, dan dampak terhadap petani tambak, namun belum ditemukan sumber dari mana datangnya limbah berbentuk seperti aspal ini berasal. (tara/JJ).

Tulis Komentar

News Feed