oleh

Proyek Gedung Farmasi Dinkes Pringsewu Terancam ‘Dibongkar’

PRINGSEWU – Proyek fisik yang menggunakan dana APBD kembali menjadi sorotan publik. Salah satunya, Proyek Pembangunan Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Pringsewu yang bersumber dari dana APBD tahun 2020 dengan Pagu anggaraan sebesar Rp1.475.000.000 dengan nilai penawaran sesuai Rp1, 474.991.702.79.

Betapa tidak, proyek yang dikerjakan CV Dua Puluh Delapan ini, diduga tidak sesuai ketentuan teknis dengan menggunakan ukuran besi yang tidak sesuai ukuran.

Tak ayal, kondisi ini menjadi perhatian DPRD setempat. Tidak tanggung-tanggung DPRD mengancam akan membongkar bangunan gedung itu, jika terbukti tidak sesuai ketentuan teknis.

“Akan kita lakukan pembongkaran bila tidak sesuai RAB. dan kita beri tegoran secara langsung,” tegas Ketua Komisi lll DPRD Pringsewu Nazaruddin SE, saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (25/8).
Nasrudin juga memastikan pihaknya akan mengkroscek ke lokasi proyek, untuk memastikan dugaan buruknya kualitas proyek tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Lambar Lakukan Pelepasan 37 Tenaga Nusantara Sehat Periode 2018-2020

“Komisi lll tidak akan segan -segan memerintahkan untuk dibongkar bila pekerjaan pihak rekanan tidak sesuai spesifikasi,” tegasnya lagi.

Terkait dugaan penggunaan besi yang tidak sesuai dengan ketentuan itu dibenarkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pringsewu Yohannes.

Menurut Yohanes, penggunaan besi tersebut itu sah melalui adendum (Perubahan).

“Kalau pun nanti ada perubahan penggunaan material dari CV Dua Puluh Delapan harus disampaikan terlebih dahulu dan akan ada perubahan di kontrak kerja (Adendum),” jelasnya.

Untuk diketahui, pembangunan gedung farmasi tersebut menggunakan besi kombinasi untuk ring balok yakni besi 8, besi 10 dan 12. (Her/JJ).

Tulis Komentar

News Feed