oleh

Terbukti, Volume Proyek Gedung Farmasi Pringsewu ‘Susut’

PRINGSEWU-Dugaan adanya penyimpangan pada pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Farmasi di kompleks RSUD Pringsewu senilai Rp1, 474.991.702.79 milik Dinas Kesehatan Pringsewu terbukti.

Terungkap, proyek APBD Pringsewu tahun 2020 yang dikerjakan CV Dua Puluh Delapan ini terjadi pengurangan volume pada kedalaman pondasi tiang bangunan, juga terindikasi penggunaan besi yang tidak sesuai ketentuan.
“Dalam RAB kedalaman pondasi 1,5 meter. Tapi, karena saat penggalian terbentur batu cadas hingganya hanya 1 meter saja yang tergali,” ungkap Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Pringsewu Aris Wahyudi, saat sidak di lokasi proyek, Rabu (26/8).

Untuk itu, Aris mendesak konsultan pengawas untuk benar-benar mengawasi pengerjaan pembangunan proyek tersebut, sekaligus meminta pihak rekanan memasang plang proyek sebagai bentuk transparansi.

Baca Juga :  Negara Batin WK Kini Punya Taman Santai Purwa Agung

“Kekurangan volume sudah dicatat oleh konsultan tadi dan akan dialihkan. Kita minta pelaksana proyek untuk memasang papan informasi serta progres dari kegiatan yang sudah dilaksanakan,” tegas Aris, didampingi Wakil Ketua Komisi III Johan Aripin dan dua anggotanya Sudiyono dan Bambang Sugeng Irianto.

Secara tegas Aris juga meminta pihak rekanan untuk mengerjakan proyek sesuai ketentuan teknis.

“Item pekerjaan ini juga mesti kita awasi bersama. Kami juga minta kepada pelaksana untuk melaksanakan pembangunan gedung farmasi ini sesuai dengan spesifikasi yang ada,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek fisik yang menggunakan dana APBD kembali menjadi sorotan publik. Salah satunya, Proyek Pembangunan Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Pringsewu yang bersumber dari dana APBD tahun 2020 dengan Pagu anggaraan sebesar Rp1.475.000.000 dengan nilai penawaran sesuai Rp1, 474.991.702.79.

Baca Juga :  AWPI Tanggamus Himbau Masyarakat Taati Protokol Kesehatan

Betapa tidak, proyek yang dikerjakan CV Dua Puluh Delapan ini, diduga tidak sesuai ketentuan teknis dengan menggunakan ukuran besi yang tidak sesuai ukuran.
Tak ayal, kondisi ini menjadi perhatian DPRD setempat. Tidak tanggung-tanggung DPRD mengancam akan membongkar bangunan gedung itu, jika terbukti tidak sesuai ketentuan teknis.

“Akan kita lakukan pembongkaran bila tidak sesuai RAB. dan kita beri tegoran secara langsung,” tegas Ketua Komisi lll DPRD Pringsewu Nazaruddin SE, saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (25/8).

Nasrudin juga memastikan pihaknya akan mengkroscek ke lokasi proyek, untuk memastikan dugaan buruknya kualitas proyek tersebut.

“Komisi lll tidak akan segan -segan memerintahkan untuk dibongkar bila pekerjaan pihak rekanan tidak sesuai spesifikasi,” tegasnya lagi.

Baca Juga :  Dinas Perikanan Lakukan Pembinaan Serta Serahkan Kartu KUSUKA Kepada Kelompok Perikanaan Tanggamus

Terkait dugaan penggunaan besi yang tidak sesuai dengan ketentuan itu dibenarkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pringsewu Yohannes.
Menurut Yohanes, penggunaan besi tersebut itu sah melalui adendum (Perubahan).

“Kalau pun nanti ada perubahan penggunaan material dari CV Dua Puluh Delapan harus disampaikan terlebih dahulu dan akan ada perubahan di kontrak kerja (Adendum),” jelasnya.
Untuk diketahui, pembangunan gedung farmasi tersebut menggunakan besi kombinasi untuk ring balok yakni besi 8, besi 10 dan 12. (Ful/Her/JJ).

Tulis Komentar

News Feed