oleh

MPC-PP Pringsewu, Adakan Musyawarah Bersama Ormas, LSM, Insan Pers, Pemuda & Tokoh Masyarakat

Pringsewu – Dalam rangka memperkuat dan membangun tali silaturahmi element masyarakat, pemuda Kabupaten Pringsewu, Ormas, Insan Pers, dan tokoh-tokoh masyarakat Kabupaten Pringsewu, bertempat di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Pringsewu, Rabu Malam (26/08/2020).

Rangkaian kegiatan musyawarah bersama dihadiri
Ormas, LSM, Insan Pers, Pemuda dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Pringsewu, Imop, dalam sambutannya menyampaikan dalam silahturahmi ini kita semua diberikan kesehatan, dalam acara diskusi Pringsewu, dan kita berkumpul dikediaman rumah almarhum Hi.Bambang, intinya bermusyawarah dengan harapan kedepannya Kabupaten Pringsewu, dalam rangkaian kegiatan malam ini kita akan membuat rekomendasi, dalam lelang jabatan yang akan dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, warga asli Kabupaten Pringsewu, bisa duduk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pringsewu, “pungkas Imop.

Kemudian dilanjutkan Handoyo, menyampakan untuk transparansi menjalankan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, kedepannya serta harapannya dalam jelang lelang jabatan harus transparasi, kenapa malam ini berkumpul serta bermusyawarah dan mungkin bisa memberikan Motivasi bahwa dalam forum ini kita tidak saling menghujat tapi ini berbicara sebuah realita untuk mendapatkan sebuah rekomendasi untuk kemajuan Kabupaten Pringsewu.

Baca Juga :  Bupati Saply Berikan Bantuan Baperlahu Untuk Dika 'Bocah Penyandang Disabilitas'

Mungkin beberapa hari yang lalu kawan-kawan LSM-GMBI sering mengadakan aksi nya, kenapa bisa sampai hati mungkin komunikasi yang terjadi tidak ada beberapa waktu yang lalu, serta kawan-kawan wartawan jurnalis diusir dari Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pringsewu, hanya mau meliput tentang Transparansi, dan beberapa hari yang lalu jujur saja kami mendesak Badan Kehormatan Baru kali ini Badan Kehormatan Dewan untuk menunjukkan giginya, tapi kenapa menyakiti kawan-kawan yang ada di Kabupaten Pringsewu, kalau kita jahat laporan kita itu kita laporkan ke Kejaksaan kita laporkan ke Polda karena kita semua kawan kita hanya melaporkan ke Badan Kehormatan akhirnya warning kita siapapun yang duduk nanti kita saling koreksi, berbagai elemen ini mohon masukan dan saran karena kita membuat sebuah rekomendasi, kita tidak punya kepentingan apa-apa siapa nanti yang mau duduk di 9 ASN itu jelas kita dorong pernyataan ke Pak Bupati Kabupaten Pringsewu, untuk Transparansi kepada tim penilai, “ucap Handoyo.

Baca Juga :  Kadiskes Pesibar : Hasil Tracing Sementara Terdapat 17 Orang Dinyatakan Reaktif

Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pringsewu Hi.Munawir, memberikan nasihatnya kepada masyarakat, dalam rangka transparansi pasti mengharapkan sebuah kemajuan yang pesat yang sudah memberikan ilustrasi atau gambaran bahan penelitian untuk kita memekarkan diri itu sesungguhnya dulu adalah semangat Masyarakat Kabupaten Pringsewu ingin lebih maju dan menjadi Daerah Otonomi, lalu Kabupaten Pringsewu bisa melejit maju dengan cepat, tidak bermaksud untuk mengatakan untuk menyakiti orang tapi ketika kita bicara fakta yang ada dengan mata melihat juga dengan rasa tentunya kita yang hadir pada malam hari ini mungkin kalau ditanya sudah puaskah Anda sebagai masyarakat Kabupaten Pringsewu dengan menikmati pembangunan selama ini.

Sejak 2008 Kabupaten Pringsewu dimekarkan secara undang-undangnya dan 2009 awal Pemerintahannya Kabupaten Pringsewu, dan semenjak tahun 2010-2011, 2 tahun lebih Kabupaten Pringsewu dijabat oleh PLT, kemudian 2011 sampai 2020 sampai dengan sekarang sudah dipimpin jabatan Bupati definitif sudah hampir 10 tahun, kalau saya dulu semangat bersama kawan-kawan untuk memisahkan dengan Kabupaten Tanggamus, supaya lebih cepat maju ternyata saya memberikan sebuah penilaian kalau Kabupaten Pringsewu sekarang ini kurang perkembangannya, “ucap Tokoh Masyarakat Kabupaten Pringsewu Hi.Munawir.

Baca Juga :  Pemkab Mesuji Genjot Penyaluran KUR Pada Sektor UMKM

Ketua FKWKP Cak Rusaman Bj, mewakili Insan Pers dalam sambutannya mengatakan kami sebagai wartawan jurnalis hanya menjalankan tugas sebagai Sosial Kontrol, selama ini Pemerintah Kabupaten Pringsewu, kurang tanggap kepada kemajuan Kabupaten Pringsewu, dimana karya tulisan kami jarang sekali di respons atau di tidak lanjuti, “ungkap Ketua FKWKP Cak Rusaman Bj.

“Kabupaten Pringsewu kedepannya lebih maju, setelah dalam musyawarah bersama, kita semua selalu diberikan kesehatan dan dalam lindungan tuhan yang maha esa, dan dalam acara musyawarah ini semoga kedepanya Kabupaten Pringsewu, menjadi lebih baik lagi. (AWPI/Heri Apriyanto).

Tulis Komentar

News Feed