oleh

Pemborong Gedung Farmasi Pringsewu Tidak Profesional

Pringsewu – Pihak rekanan (CV Dua Puluh Delapan) sebagai pelaksana kegiatan pembangunan Gedung Instalasi Farmasi di kompleks RSUD Pringsewu masih melanggar ketentuan dan juga mengabaikan permintaan komisi lll DPRD pringsewu saat sidak beberapa waktu yang lalu.

Dari hasil cek dan kro cek tim haluan lampung di lokasi proyek CV. Dua puluh delapan, pihak rekanan (pemborong) masih mengabaikan keselamatan pekerja , dimana masih terlihat pekerja tidak mengunakan alat pelindung diri (APD)

Selain itu ,tim Halauanlampung.com kroscek kelokasi sesuai ketentuan dokomen pelelangan (dokpel) tentang alat pendukung yang harus disediakan pihak CV. Dua puluh delapan , seperti Mixer Concrete, Stamper, dan Concrete Vibrator ,ternyata dilokasi tak di temukan sebagai alat pendukung, di lokasi proyek sesuai ketentuan dalam pelaksaan .

Baca Juga :  Beri Contoh Berdemokrasi yang Baik, Pasangan WaRu Turunkan Langsung APKnya

Hal tersebut diperjelas lagi dengan memintak keterangan salah satu pekerja ,terkait masalah alat pendukung , menurut keterangan hardi seperti tidak ada.

“Setahu saya,hanya ada alat gerindra , kalau yang namanya mixer, stemper, concrete vibrator, di lokasi atau di direksi kit tidak ada” Ungkap hardi.

selain bekerja di proyek ini, saya juga sebagai marbot masjid, tegas hardi.

“Untuk pengerjaan pengadukan material, mulai dari pertama dilakukan secara manual dan tidak menggunakan mesin molen”, ungkap Hardi pada halauan lampung, Kamis (27/08/20).

Terkait pengadukan secara manual dibenarkan juga oleh Danang , yang juga bekerja dilokasi yang sama ,

“kalau pembuatan adukan material, dari awal pelaksanan, dilakukan secara manual tidak menggunakan mesin mixer. “Tidak pakai mesin molen, manual pake pacul mas”ungkap Danang yang mengaku sebagai warga Pekon Parerejo.

Baca Juga :  Wabup Pimpin Langsung Rapat Sosialisasi Perbup Tubaba

Dalam proses pengadukan material memang tidak menggunakan mixer (mesin molen). Sebagai mana proyek yang di kerjakan oleh CV dua puluh lapan yang sedang dilaksanakan , dari hasil cek dan re cek tim haluan lampung di lokasi, Kamis (27/8/2020).

Yang sangat disayang dari sekian banyak pekerja , sebagian besar tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, rompi dan juga sepatu bot, disaat bekerja dan mengabaikan keselamatan dalam bekerja.

Padahal, APD merupakan bagian dari K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) yang menjadi salah satu item yang harus dipenuhi oleh pihak rekanan (pelaksana) dan menjadi salah satu berkas dalam dokumen pelelangan (Dokpel).

Perlu diketahui tim anggota Komisi III DPRD Pringsewu sidak kelokasi proyek pembangunan gedung farmasi di RSUD beberapa hari yang lalu, menghibau kepada kul Sultan pengawas dan juga pihak CV dua puluh delapan (sebagai rekanan) di mintak dalam pelaksanaan harus sesuai ketententuan , sesuai specksikasi, tapi masih saja pihak rekanan dilokasi , mengabaikan juklak dan juknis. (Her)

Tulis Komentar

News Feed