oleh

“Huuuuuuuu, Emak-emak Soraki Camat Panjang

-HEADLINE, KOTA-488 views

BANDARLAMPUNG – Aksi penghadangan terhadap sosialisasi yang dilakukan tim bakal calon walikota Yusuf Kohar masih saja terjadi, meski kegiatan sosialisasi tersebut ditunggu-tunggu warga, terutama emak-emak.

Aksi penghadangan teranyar terjadi di lokasi rusunawa (rumah susun sederhana sewa) Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Sabtu siang (5-9).

Camat Panjang Bagus Harisma Bramado ada di lokasi itu. Ia berusaha menghalang-halangi tapi disoraki emak-emak. Bahkan, sebuah pesan yang disampaikan akun facebook @ahmad pada Sabtu (5-9-2020), menuliskan camat setempat diusir warganya sendiri.

“Sosialisasi bersama Yusuf Kohar di Rusun Ketapang dikawal linmas, camat diusir warganya,” begitu pesan yang disampaikan akun facebook @ahmad itu.

Tulisan itu diunggah bersamaan dengan video perseteruan antara warga dengan Camat Panjang, Bagus Harisma Bramado.

Baca Juga :  Riana Arinal Resmikan Kantor LKKS Serta Serahkan Bantuan Untuk Anak Terlantar Disabilitas

Dalam video yang diunggahnya tersebut, terlihat bakal calon kepala daerah (bacalonakada) M Yusuf Kohar sedang sosialisasi di hadapan warga rusunawa (rumah susun sederhana sewa) Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Sabtu siang (5-9).

“Ibu-ibu saya ucapkan terimakasih ya, saya besosialisasi disini. Tidak ada satu pun orang yang bisa menghalangi sosialisasi ini. Silakan pilih siapa yang tepat. Kita memilih pemimpin, tidak boleh ada satu pun yang menghalangi,” kata Yusuf Kohar dalam video singkat itu.

Yusuf juga mengatakan bahwa saat ini siapa pun boleh membagikan sembako untuk warga. Apalagi saat ini ditengah pandemi covid-19.

“Siapapun boleh membagikan sembako atau apapun juga. Setelah calon ditetapkan tanggal 23 nanti baru urusan KPU. Sekarang ini baru bakal calon,” jelasnya.

Baca Juga :  Oknum Sipir Diringkus Main Narkoba di Lapas Kota Agung

Namun camat Bramado menolak pernyataan Yusuf Kohar. Menurut dia, bacalonkada tidak boleh membagikan sembako.

“Tidak boleh pak, sekarang pun tidak boleh,” kata camat, menyela ucapan Yusuf Kohar di hadapan warga setempat.

Warga setempat, utamanya emak-emak pun sontak menyoraki perkataan camat tersebut.“Huuuu, huuuu,” sambil menjauhkan camat dari Yusuf Kohar.

Pada video terpisah, camat pun menyatakan bahwa rusunawa dalah fasilitas negara. “Fasilitas negara rusunawa ini ya,” ujar camat Bramado.

Menurut dia, Yusuf Kohar sebagai bacalonkada yang juga Wakil Walikota Bandarlampung telah bersosialisasi di fasilitas negara.

“Justru karena saya camat saya tau aturan. Ini fasilitas negara disumbang oleh APBD Kota Bandarlampung, namun dipakai untuk bersosialisasi,” kata dia.

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Buka Sosialisasi Penatausahaan Hibah di Provinsi Lampung

Pernyataan itu pun lagi-lagi ditepis oleh warga setempat. Menurut warga, fasilitas negara berasal dari uang rakyat, dan kembali untuk rakyat.

“Tidak ada yang melakukan sosialisasi di dalam fasilitas negara, itu di luar,” teriak salah satu warga membela Yusuf Kohar.

Warga pun meminta camat untuk diam. “Abang kan camat. Tidak ada etika teriak-teriak. Orang itu coba pakai akal sehat, kita ini semua saudara,” seru warga lainnya kepada Camat Panjang tersebut. (hm/*)

Tulis Komentar

News Feed