oleh

DPRD Lamteng Dorong BUMK Jadi Pemasok E-Warong

LAMPUNG TENGAH – Ketua DPRD Lampung Tengah (Lamteng) Sumarsono meminta pemerintah daerah mendorong Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) menjadi supplier E-warong dalam program penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Sumarsono mengatakan, secara kelembagaan DPRD Lamteng bersama dengan Forum BUMK dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Lampung Tengah telah membina sejumlah pengelola BUMK, di Kebun Edukasi Seputihjaya Kecamatan Gunungsugih, Senin (7/9/2020).

“Terobosan ini kita lakukan agar perekonomian kampung meningkat, karena seluruh potensi yang ada di kampung dimanfaatkan. Dengan demikian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapat bantuan pangan yang lebih baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ujar Sumarsono.

Selain itu, lanjut Ketua DPRD, langkah ini juga untuk menggerakan ekonomi masyarakat kampung, karena bahan makanan diambil dari wilayah setempat. Dengan begitu BUMK berkembang dan mampu menghasilkan pendapatan untuk kampung.

Baca Juga :  Sorot Infrastruktur, Pjs Bupati Mulyadi Irsan: Waykanan jadi Prioritas

“Kita akan terus dorong BUMK agar menjadi Supplier BPNT. Pelan-pelan kami lakukan penguatan kelembagaan BUMK. Pelatihan semacam ini bergulir terus sampai semua BUMK siap maju dan berkembang,” kata Sumarsono.

Sementara itu, perwakilan Forum BUMK Lampung Tengah, Anwar mengatakan, melalui forum ini akan dibangun komunikasi antar pengelola BUMK. Selain untuk saling tukar informasi, forum ini juga untuk penguatan kelembagaan BUMK.

“Ada 6 pengelola BUMK yang hadir. Setelah diberikan pembinaan pada program penguatan kapasitas BUMK, mereka nantinya akan mencoba mengawali usaha sebagai supplier e-warung,” terang Anwar.

Kabid Pengembangan Usaha Ekonomi Kampung Dinas PMK Lamteng, mewakili Kepala Dinas Firdaus Rokain mengatakan, dari 297 BUMK se-Lamteng, diperkirakan 10 persennya atau 29 BUMK telah memiliki kapasitas untuk menjadi supplier e-warung.

Baca Juga :  Bawaslu Metro Apresiasi Tim WaRu Dalam Kedisiplinan dan Penerapan Prokes

“Mengingat tidak adanya ketentuan khusus, supplier e-warung bisa siapa saja, termasuk BUMK. Jika terealisasi, penguatan kelembagaannya akan didampingi Dinas PMK, sementara perannya sebagai supplier didampingi dinas terkait lainnya,” katanya.

Dia mengatakan hingga saat ini, dari 297 BUMK se-Lamteng, baru BUMK di Varia Agung yang berhasil menjadi supplier e-warung.

Pengelola BUMK Agungjaya, Kampung Varia Agung, Seputih mataram, Sella Agustina, mengatakan untuk mengawali usaha sebagai supplier e-warung pada program BPNT, yang diperlukan pertama dukungan Kepala kampung, penguatan mental pengelola BUMK dan membuat jaringan agar BUMK memperoleh bahan pangan dari tangan pertama.

Dengan demikian, lanjut dia, BUMK bisa memberikan bahan pangan berkualitas baik dalam jumlah memadai, tetapi tetap untung dari sisi usaha.

Baca Juga :  Acara Penyerahan Pj. Bupati Pesibar Berlangsung Di GSG Labuhan Jukung

“Kami sudah dua bulan jadi supplier. Bulan pertama BUMK untung Rp8 juta, bulan kedua Rp10 juta. Kemampuan kami sempat diragukan, tetapi kami bisa,” ungkap Sella. (Rendra)

Tulis Komentar

News Feed