oleh

Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik Bupati Lamsel, Sutrimo Kembali Dipanggil

Lampung Selatan – Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Bupati Lampung Selatan tentang tundingan penggunaan Ijazah palsu oleh Sutrimo, Kepala Desa Margodadi Kecamatan Jati Agung terus bergulir.

Polres Lampung Selatan kembali memanggil pihak Terlapor Sutrimo untuk kedua kalinya untuk diperiksa di Mapolres Lamsel, Senin (7/9/2020).

Mengenakan seragam PDH warna Cokelat, Sutrimo didampingi oleh Kuasa Hukumnya, Amri Sohar SH sekitar pukul 11.00 wib diperiksa oleh penyidik di ruang Unit Tipikor Polres setempat.

Kasat Reskrim Polres Lamsel, AKP Try Maradona S.IK mengatakan bahwa sudah sejumlah saksi diperiksa oleh penyidik, seperti saksi ajuan pelapor yakni teman sekolah Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, Kepala Sekolah SMA Tunas Harapan Bandar Lampung, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, dan pihak pelapor, Nanang Ermanto.

Baca Juga :  Adipati Pamit: Mohon Maaf Jika Ada yang Tidak Berkenan

“Ini pemanggilan masih tahap penyelidikan, masih tahap klarifikasi. Jadi kami belum bisa menentukan perkara apakah akan lanjut ke tahap penyidikan atau gimana,” kata Try Maradona di ruang kerjanya kepada media.

Ia juga mengungkapkan kasus tersebut masih dalam proses dan belum memeriksa eks dan komisioner KPU Lampung Selatan tahun 2014-2014

“Belum, sampai saat ini kita belum sampai kesana (KPU). Kami masih fokus mendalami pemeriksaan saksi-saksi yang telah kita mintai klarifikasi,” tukas mantan Kasat Reskrim Polres Metro ini.

Sementara, seusai memberikan keterangan kepada penyidik, Kades Margodadi Sutrimo didampingi kuasa hukumnya Amri Sohar SH mengatakan awalnya masalah ini muncul bukan dari pak Sutrimo, namun dari pak Nanang sendiri saat pelantikan 7 kades di Kecamatan Jatiagung beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Nambah Lagi, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Tanggamus Bertambah 1

“Tidak ada ucapan dari klien kami, pak Sutrimo ini yang menyebutkan bahwa ijazah pak Nanang palsu. Itu kan ada rangkaian peristiwa yang dimulai dari pak Nanang sendiri saat acara pelantikan kades, yang kemudian ditindaklanjuti lanjuti oleh elemen masyarakat yang hadir di acara itu dan berujung ekspos pemberitaan di sejumlah media daring,” jelas Amri Sohar. (Sel)

Tulis Komentar

News Feed