oleh

Kampanye Cawalkot Harus Ijin Satgas Covid-19

-HEADLINE, KOTA-11 views

Haluanlampung.com – Pemerintah Kota Bandarlampung bersama KPU dan Bawaslu serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) mulai menyusun regulasi terkait pengumpulan massa pada Pilkada 2020 guna mencegah penyebaran COVID-19.
“Kita sudah ada kesepakatan dengan Kapolres, Dandim, Kajari, KPU dan Bawaslu, pasangan bakal calon yang akan melakukan kampanye harus menggunakan protokol,” kata Wali Kota Bandarlampung Herman HN di Bandarlampung, Rabu (9/9).
Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa pasangan calon kepala daerah (Cakada) uga harus mengajukan surat izin keramaian kepada Satgas COVID-19 dan Polresta Bandarlampung sebelum melakukan kegiatan dengan mengumpulkan orang banyak.
“Jika dalam kegiatannya nanti mereka tidak menggunakan protokol kesehatan, akan kita tegur. Bila masih juga tidak mengindahkan teguran maka dengan terpaksa akan dibubarkan,” tegas dia.
Menurutnya, yang paling penting dalam kegiatan pengumpulan massa tersebut yakni semua orang harus menjaga jarak dan memakai masker.
“Ini harus dipatuhi oleh semua pihak untuk menjaga keselamatan masyarakat dari tertular COVID-19,” kata dia.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedi Triyadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mengantisipasi pelaksanaan tahapan kampanye dan pemungutan suara yang memungkinkan terjadinya kerumunan.

Baca Juga :  Abaikan Protekes, Pengunjung Serta Pedagang di Simpur Center Banyak Tak Pakai Masker

“Kalau untuk tahapan pendaftaran pencalonan, kemarin kita sudah lumayan bagus dalam menjaga protokol kesehatan, namun untuk kampanye dan pemungutan suara yang melibatkan masyarakat banyak secara langsung, tentunya kita meminta bantuan Satgas COVID-19 guna menegakkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan fokus terhadap tahapan kampanye dan pemungutan suara 9 Desember 2020 nanti agar pendukung pasangan bakal calon dan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan tanpa menghalangi hak konstitusinya dalam memilih calon.

“Tentunya kita akan menjaga agar jangan sampai ada klaster baru dari penyelenggaraan pilkada ini,” kata dia.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung, Candrawansah mengatakan bahwa pertemuan bersama forkopimda dan KPU untuk membahas regulasi atau formula terkait pengumpulan massa pada tahapan kampanye.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Apresiasi Bantuan Ventilator dan VTM dari DPP Partai Gerindra

“Tadi kami diminta untuk tegas, tentunya Bawaslu akan tegas dan pihak kepolisian pun diminta untuk melakukan tupoksinya dalam kegiatan kampanye di tengah pandemi,” kata dia.

Ia pun menegaskan bahwa semua elemen masyarakat harus patuh terhadap protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan kampanye atau sosialisasinya. Misalnya dalam pelaksanaan rapat umum yang telah ditentukan hanya boleh 100 orang, hal tersebut harus di patuhi oleh bakal pasangan calon.

“Sesuai ketentuan jumlah orang yang hadir harus seratus orang tidak boleh lebih, bila melanggar tentunya kita akan berikan rekomendasi ke KPU untuk dikenakan sanksi administratif dan bisa juga memberikan rekomendasi ke kepolisian untuk membubarkan kegiatan tersebut,” kata dia. (tara/JJ).

Tulis Komentar

News Feed