oleh

Tuan Perwira Negara: Yang Jual Pagar Dewa Bisa Kualat

BANDARLAMPUNG – Praktik politik identitas juga mengemuka di Pilwakot Bandarlampung. Sejumlah anak muda yang mengaku pemuda pemudi Lampung Pagardewa, lewat spanduknya, terang-terangan mendukung salah satu bakal calon. Namun dukungan itu ditentang tokoh asli masyarakat setempat.

Seperti terlihat di berbagai sudut kota, sejumlah spanduk berukuran besar terpasang dengan kontens yang memberi dukungan kepada pasangan balon tertentu.

Kontan, hal itu mengundang reaksi dari para “Pemilik” Kampung Pagar Dewa lainnya.

Nizar Makmun SH gelar Tuan Perwira Negara yang mengaku asli masyarakat Pagar Dewa menyebut dukungan tersebut dilakukan sekelompok kecil orang yang mengaku-ngaku orang Pagar Dewa.

Dikatakan Tuan Perwira Negara, Tiyuh Pagardewa adalah Lampung kecil memiliki sejarah besar, yang tidak bisa di main-mainkan. Apalagi dijual untuk kepentingan sesaat.

Baca Juga :  Sah! KPU Bandarlampung Sudah Tetapkan Nomor Urut Paslon di Pilkada Mendatang

“Saya khawatir mereka yang jual-jual Tiyuh Pagardewa akan kualat. Apalagi, gak semua orang Pagardewa tahu. Dan ini berulang dilakukan orang-orang tertentu tiap jelang Pilkada,” ujarnya.

“Saya pemilik Tiyuh Pagardewa. Dan yang lain juga memilikinya. Apa sudah dibicarakan dengan semua. Ini kan gak bener. Apalagi saya sama sekali gak kenal dengan orang-orang itu,” tutur Tuan Perwira Negara keponakan Alm H.Asaih AKIP Gelar Stan Tulang Bawang Tegamoan.

Terpisah, Ahmad. N. Risyawiraputra gelar Tuan Bangsa Raja anak dari Stan Naga Berisang, yang juga keluarga Tiyuh Pagardewa menegaskan, sebagai orang yang beradat seharusnya membicarakan terlebih dahulu dengan seluruh elemen masyarakat Tiyuh Pagardewa.

“Saya sependapat dengan Tuan Perwira Negara. Jangan kita main jual menjual Tiyuh Pagardewa semau-maunya. Kalau memang bekerja dengan baik? Kalau hanya modal pasang baleho saja dan kalah? Apakah ini tidak merugikan masyarakat Pagardewa? Kita bukan mempersalahkan siapa yang didukung. Tapi, Tata kramanya tidak mencerminkan masyarakat berbudaya,” pungkas Tuan Bangsa Raja. (*)

Tulis Komentar

News Feed