oleh

Ini Pengakuan Saksi dalam Kasus BPR. Tunas Penjarakan Nasabah

Bandarlampung – Setelah sempat tertunda selama beberapa hari, sidang tindak pidana atas tuduhan pemalsuan data hari ini di lanjutkan kembali.

Sidang kali ini menghadirkan terdakwa Triyono dan Dewi Sartika, 4 orang saksi Syahrizal, Pipit Eliza, dan suami Joni Sanjaya, di Pengadilan negeri Tanjung Karang, Selasa (15/09).

Menurut pengakuan Pipit, Dewi dan suaminya meminjam uang kepada pipit sebesar 10 juta, sudah dibayar dipakai lagi oleh Dewi dan suaminya untuk tambahan proyek suami Dewi.

“Katanya Dewi dan suami memiliki proyek, uang tersebut katanya digunakan untuk tambahan proyek, dan meminjam BPKB motor, kemudian sertifikat tanah untuk digadaikan kepada teman Dewi dengan janji akan dikembalikan setelah 3 bulan berikut uang dan semua hutang hutangnya, dan saya kaget pihak Bank datang menagih,” ucapnya.

Baca Juga :  Rycko - Jos! Optimis Memenangkan Pilwakot

Saksi kedua petugas perizinan yang mengatakan bahwa surat izin usaha yang diajukan itu palsu.

Saksi ketiga dari Disdukcapil, Syahrizal mengatakan bahwa ada surat dari Polresta datang yang meminta pihak capil mengecek keaslian data dari Pipit Eliza/ Dewi Sartika, hasilnya bahwa yang berbeda dari data tersebut adalah keaslian foto dan tandatangan, dan ternyata pihak capil memiliki alat yang bisa mengecek keaslian data dengan mengecek chip yang ada dalam KTP tersebut, dan alat itu ditempelkan pada chip tersebut kemudian akan tampil databasenya.

Dan alat untuk mengecek keaslian data itu juga di miliki oleh beberapa instansi termasuk perbankan.

Setelah mendengarkan keterangan beberapa saksi hakim ketua memutuskan untuk kembali menunda sidang sampai selasa depan (22/09/2020).

Baca Juga :  Pemprov Dalami Upaya Penurunan Angka Stunting di Provinsi Lampung

Ditemui seusai sidang pengacara dari Dewi, Indra Sukma mengatakan bahwa sekarang belum bisa menyimpulkan apa apa dan keterlibatan Dewi akan terlihat pada sidang berikutnya.

“Saya belum bisa mengambil kesimpulan apa apa, dan keterkaitan Dewi dalam kasus ini akan terlihat di sidang lanjutan selasa depan” tandasnya.

Diketahui, PT. BPR Tunas Jaya Graha (Bank Tunas) diduga kurang teliti dalam pengecekan dokumen saat nasabah mengajukan peminjaman dana, akibatnya satu orang pihak nasabah atas nama Dewi Sartika dipenjarakan oleh PT. BPR.

 

  • Berita Terkait :

Bank BPR Tunas Jaya Graha Penjarakan Nasabahnya Akibat Palsukan Dokumen

(Sus)

Tulis Komentar

News Feed