oleh

Anggota KPU Sebut Pilkada Berisiko Jika Dilanjutkan

-POLITIK-23 views

Haluanlampung.com – Pemerintah memutuskan Pilkada serentak tetap dilanjutkan meski mendapatkan penolakan. Banjir penolakan itu karena kekhawatiran atas ancaman kesehatan akibat pandemi Covid-19 yang tidak terkendali.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, Pilkada serentak terus dilanjutkan beresiko terhadap semua pihak. Diakui demikian karena faktanya Ketua KPU Arief Budiman, serta anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi dan Evi Novida Ginting Manik terpapar virus corona.

“Kalau ditanya siapakah yang kemudian berisiko kalau Pilkada ini dijalankan, saya kira kita semua sebetulnya,” ujar Dewa dalam diskusi daring, Rabu (23/9).

Dengan kenyataan tersebut, Dewa mendorong perlu ada komitmen bersama dari semua pihak agar disiplin terhadap protokol kesehatan. Membangun disiplin ini menjadi tanggung jawab bersama.

Baca Juga :  Bawaslu...! Kapan Khaidarmansyah dan Wanjaya Diperiksa?

“Jadi ini komitmen, ini adalah agenda perjuangan kita bersama, kalau kita disiplin, persoalannya kan di situ, membangun disiplin yang dimulai dari diri sendiri,” kata dia.

Tidak hanya selama Pilkada, semua pihak harus disiplin protokol kesehatan selama masih dalam situasi pandemi. Sebab, faktanya kenaikan kasus Covid-19 bukan karena disebabkan Pilkada saja.

“Faktanya daerah yang tidak pilkada juga Covidnya naik. Pertanyaannya apakah Covid naik karena pilkada atau bukan? ini kan kita diskusi ya, wacananya jadi demikian. Teks, konteks, kemudian pendekatan wacananya. Kita mengkaji wacana dari aspek mana,” jelas Dewa.(*/iwa)

Tulis Komentar

News Feed