oleh

‘Pilkada Lamsel’ Pencalonan Hipni-Melin Terjeda

LAMPUNG SELATAN – Pencalonan Hipni-Melin pada Pilkada Lamsel “terjeda”, oleh sebab multi tafsir yang berbeda.

KPU setempat memutuskan pasangan Hipni-Melin tidak memenuhi syarat karena Melin (pernah) tersandung pidana.

Sementara Hipni punya tafsir yang berbeda, dan menilai tak ada yang salah dengan pencalonan pasangannya. Akibat penafsiran yang berbedaa, maka langkah Hipni-Melin terjeda.

Disebut terjeda karena Hipni akan melayangkan gugatan ke Bawaslu.

“Saya punya hak meluruskan hal ini. Kami punya waktu 14 hari. Lihat saja nanti,” ujarnya kepada haluanlampung. Rabu malam (23/09).

Hipni mengatakan akan mendaftarkan gugatan ke Bawaslu Kamis (24/09).

Terkait kasus pidana yang melibatkan Melin, kepada haluanlampung Hipni sudah mengetahuinya.

Baca Juga :  Bupati Mesuji Apresiasi Kinerja DPRD Atas Disetujui Ranperda

“Tentu saya tahu, tapi saya yakin tidak ada yang salah dengan pencalonan saya dan Melin. Apalagi, semua berkas kami saat pendaftaran sudah lengkap dan diterima dengan baik oleh KPU,” ujarnya.

Hipni menolak mengomentari kemungkinan ada pihak yang berupaya menghambat langkahnya. “Intinya, ini hanya soal tafsir yang berbeda. Ini yang harus diluruskan,” katanya.

Menurut Divisi Hukum Komisioner KPU Lampung Selatan Mislamudin, pasangan Hipni-Melin tidak memenuhi syarat sebagai calon sesuai dengan PKPU No. 9 Tahun 2020.

Dalam pasal tersebut, Melin Hariyani Wijaya belum lima tahun menjalani pidana setelah kasusnya tahun 2015. Melin baru menjalani hukuman selama 4 tahun 10 hari.

KPU lampung Selatan hanya menetapkan Nanang Ermanto-Pandu Kesuma Dewangsa sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020.

Baca Juga :  Tanggamus Kembali Mendapat Katagori Utama Dari Menteri LHK RI

Sementara itu, pada surat keputusan bernomor 60/HK.03.1-Kpt/1801/KPU-Kab/IX/2020 itu, bacalon Hipni-Melin Haryani Wijaya tidak ditetapkan sebagai pasangan calon.

Sementara itu, untuk bakal pasangan calon Tony Eka Candra-Antoni Imam akan diputuskan pada 1 Oktober mendatang.

Saat ini, Antoni Imam masih menjalani tes kesehatan lantaran sebelumnya pernah dinyatakan Positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri sampai dinyatakan negatif.

Usai mengumumkan statusnya sudah negatif Covid-19, Antoni langsung mengikuti serangkaian tes kesehatan dan narkoba. (iwa)

Tulis Komentar

News Feed