oleh

PH Mencium Penangkapan SA Dipaksakan

Bandarlampung – David Sihombing, penasehat hukum tersangka UU ITE Syamsul Arifin (58), mencium adanya indikasi pemaksaan penangkapan terhadap kliennya.

“Ada rekayasa sepertinya,” ujar David Sihombing di depan Ruang Subdit V Cybercrime Direktorat Reserse Krimsus Polda Lampung, Rabu (23/9).

David mengaku sering bertemu dengan Syamsul yang pernah jadi ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesian (AKLI) Provinsi Lampung di Kota Bandarlampung.

Tapi kenapa, saat ramai kasus aset Alay, Syamsul Arifin yang juga advokat ditangkap atas kasus perbuatan tak menyenangkan tujuh tahun lalu dengan seorang pengusaha.

Saat diserahkan pihak kepolisian kepada kejaksaan, Syamsul Arifin mengatakan tidak seru jika berbicara dengan media saat ini. “Nanti, tunggu di ruang sidang,” katanya.

Baca Juga :  Pengedar Narkoba Terusan Nyunyai Diringkus

Cybercrime Direktorat Reserse Krimsus Polda Lampung menangkap Syamsul Arifin di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa sore (22-9). Mereka sampai di Polda Lampung, Rabu dini hari.

Usai dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung, Syamsul dibawa kembali untuk ditahan sambil menunggu proses administrasi ke Kejari Bandarlampung.

Menurut Davit Sihombing, di balik penangkapan kliennya, sepertinya ada perkara serius.

Alasan David ketika mendamping Syamsul Arifin ke Kejati, kalau dilihat dari pasalnya hanya pasal perbuatan yang tidak menyenangkan dan pasal lain.

Polisi menjerat Samsul dengan pasal  27 ayat 3 jo pasal 45 UU RI No.112008 tentang ite atau pasal 335 kuhp dan/atau pasal 310 KUHAP dengan ancaman maksimal 6 tahun serta denda Rp1 miliar (Iwa)

Tulis Komentar

News Feed