oleh

Hebat, Mahasiswa Unila Ubah Biji Alpukat Jadi Obat Pencegah Diabetes

-KOTA-81 views

Bandarlampung – Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit paling mematikan didunia. Menurut data International Diabetes Melitus Federation (IDF) Atlas tahun 2017, epidemic Diabetes Melitus di Indonesia masih menunjukkan peningkatan yang signifikan yang mana Indonesia menjadi negara dengan peringkat ke-6 didunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil, dan Meksiko dengan jumlah penderita diabetes melitus usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta orang.

Mengingat hal tersebut Ide berlian muncul dari tiga mahasiswa Universitas Lampung, Mereka mampu mengubah biji alpukat yang dianggap masyarakat sebagai limbah menjadi pati resisten yang berperan sebagai prebiotik pencegah penyakit diabetes melitus.

Mahasiswa tersebutlah Ialah Siti Inah (Biologi 2018), Rachmat Nugraha Indra (Biologi 2019), dan Indah Sukma Ningsih (Biologi, 2018) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung ini patut diacungi jempol.

Baca Juga :  Bertepatan Hari Santri, Pemprov Lampung Beri Pembekalan Kafilah MTQ Tingkat Nasional ke-28

Sebagai mahasiswa biologi yang tak lepas dari masalah lingkungan dan kesehatan, ketiga mahasiswa ini mencoba membantu menyelesaikan masalah kesehatan di Indonesia, dengan mengubah biji alpukat yang dianggap limbah dimasyarakat menjadi pati resisten yang berperan sebagai prebiotik pencegah penyakit diabetes melitus.

Ketua penelitian Siti Inah mengungkapkan Timnya melakukan penelitian produksi pati resisten dari biji alpukat oleh bakteri Actinomycetes sebagai kandidat prebiotik untuk pasien diabetes melitus.

“Kami melihat masalah penyakit diabetes melitus di Indonesia yang setiap tahunnya mengalami peningkatan beriringan dengan biji alpukat yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. ” Ucapnya pada haluanlampung.com, Selasa (29/09).

Ia juga mengungkapkan melalui teknik fermentasi ini akan dihasilkan polisakarida rantai pendek yang mampu meningkatkan produksi pati resisten.
“Setelah melakukan fermentasi kami melakukan pemanasan bertekanan pendinginan pada pati yang telah difermentasi hal ini bertujuan untuk menghasilkan pati resisten dengan jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat,” katanya

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Hadiri Vicon Rakor Antisipasi Penyebaran Virus Covid Saat Libur Panjang

“Semakin tinggi daya cerna pati menujukkan semakin tinggi pati untuk diubah menjadi glukosa sehingga semakin tinggi pula kemampuan pati untuk menaikkan glukosa darah, hal inilah yang menjadi penyebab penyakit diabetes melitus,” Kata Rachmat Nugraha Indra selaku anggota penelitian.

“Sedangkan pati resisten memiliki efek sebagai prebiotik karena memiliki kemampuan yang tidak dapat dicerna oleh usus halus manusia akan tetapi dapat dicerna oleh bakteri probotik (bakteri sehat) dalam usus besar. Oleh karena itu keberadaan pati resisten dalam usus halus mampu mengurangi kerja pankreas dalam membantu mencerna kelebihan glukosa dalam darah sehingga penyakit diabetes bisa ditekan,” Kata Indah Sukma Ningsih selaku anggota penelitian.

Baca Juga :  Jalan Diponegoro Mirip Sungai, Ada Air Terjun

Hasil penelitian ini menjadi gagasan yang disusun dan dituangkan dalam Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang berjudul Produksi Pati Resisten dari Biji Alpukat oleh Bakteri Actinomycetes Sebagai Kandidat Prebiotik Untuk Pasien Diabetes Melitus yang berhasil lolos seleksi pendanaan Kemendikbud periode 2019-2020 dan berhak maju ke tahap selanjutnya.

Ketiga mahasiswa biologi unila ini berharap hasil penelitian ini dapat dipatenkan dan menjadi acuan penelitian selanjutnya agar biji alpukat yang dikenal sebagai limbah dimasyarakat justru mampu menjadi obat bagi salah satu penyakit mematikan didunia. (Sel)

Tulis Komentar

News Feed