oleh

Komisi III Soroti Proses Lelang dI UKPBJ Pringsewu

Pringsewu – Pringsewu terkait dugaan poses lelang proyek rehabilitasi gedung kelas III RSUD di Dinas Kesehatan , yang di menangkan oleh CV Al-Fatih mendapat sorotan dari komisi III DPRD pringsewu

Dalam poses lelang , UKPBJ rehabilitasi gedung kelas III adanya dugaan korupsi, yang mengarah kerugian negara
Pasalnya dalam proses lelang adanya kejanggalan yang dimenangkan oleh CV al -fatih, adanya penambahan anggran sebesar 30juta , dari yang semula CV. Al-fatihah termasuk tiga rekanan yang melakukan penawaran ter rendah yaitu 815 juta, setelah dimenangkan oleh CV. Al-fatihah adanya dugaan penambahan nilai kontrak sebesar 845 juta sesuai dengan papan infomasi yang ada di lokasi .

Hal, tersebut, terjadi saat tahapan lelang di gelar oleh (Pokja) yang menangani proyek gedung kelas lll di dinas kesehatan setempat, diduga kuat adanya persekokolan dan pengundisian antara Pokja dan pihak rekanan.

Dugaan tersebut lansung di sorot oleh komisi lll DPRD pringsewu sudiono mewakili nazarudin selalu ketua komisi di bidang pembagunan, dan konstruksi,

Baca Juga :  Cawabup Ali Rahman Kukuhkan Ratusan Tim Pemenangan

“Kalau itu memang benar terjadi dugaan konspirasi dalam proses lelang , dan adanya penambahan nilai berkontrak akan kita pertanyakan dengan pihak (Pokja) atau UKPBJ ungkap sudiono.

Lanjutnya ,proses tender mulai dari pendaftaran berkas sampai tahapan lainya, yang dilakukan melalui LPSE secara detial harus sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan

“tidak ada yang namanya penawaran proyek secara fis to fis atau berhadapan langsung antara rekanan dengan panitia,semua proses terbuka dan transparan termasuk bila terjadi adanya perubahan nilai kontrak, harus tetap terbuka dan diumumkan” Tegas sudiono, pada haluanlampung.com, selasa (29/9/2020) sehingga para rekanan yang masuk di lpse mengetahui semuanya , saat di hubungi via WA.

Kemudian bila itu apa yang diberitakan di media itu tidak benar, dan menyalahi apa yg sudah ditetapkan dalam aturan, komisi III akan memanggil panitia lelang (Pokja) untuk memberikan klarifikasi juga penjelasanya, kata sudiono

Baca Juga :  Gandeng Babinkamtibmas, OJK Cegah Investasi Ilegal

Sebelumnya, Tim investigasi dari Pegiat Anti Korupsi Persatuan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia menemukan dugaan persekongkolan dalam proses lelang pada kontruksi rehabilitasi gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Dinas Kesehatan, Kabupaten Pringsewu.

“Ada kejanggalan proses lelang yang dimenangkan oleh CV Al-Fatih adanya penambahan anggaran sebesar Rp 30 juta”, ungkap Mustofa Ali, kepada Haluan Lampung. Selasa, (22/09/2020).

Diduga kuat penambahan anggaran terjadi dalam tahapan negosiasi harga.

Hal itu, terjadi dalam tahapan lelang yang digelar oleh Kelompok Kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) di ruangan Kabag Unit Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Kabupaten setempat.

“Yang tahu saat negosiasi harga, hanya, pokja dan direktur perusahaan penyedia (Al Fatih)”, ujar Mustofa Ali.

Lebih lanjut Mustofa Ali menjelaskan, semula CV Al Fatih mengikuti proses lelang masuk tiga penawaran terendah di urutan ke Dua dengan nilai penawaran sebesar Rp 815 juta. Namun, dalam pemenang berkontrak nilainya berubah menjadi Rp 845 juta.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Meninggal 64 Orang

Sebelumnya, pihaknya melakukan kroscek di sejumlah laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten/Kota di seluar Indonesia. Bertujuan, mencari perbandingan. Apakah pernah terjadi proses serupa. Al Hasil, tidak ada satupun ditemukan.

“Hampir rata-rata pokja yang sudah kami temui untuk di mintai pendapat menjelaskan, setiap negosiasi harga tidak pernah ada kenaikan melainkan harga yang ditawarkan oleh Dinas turun dari harga nilai pagu yang disajikan di laman LPSE”, bebernya.

Maka dengan demikian, masih Kata Mustofa Ali, Diduga kuat Pokja berpihak kepada perusahaan penyedia kontruksi rehabilitasi gedung kelas tiga RSUD Pringsewu.

“Indikasi menguatkan Pokja membantu untuk mengkoreksi item yang ditawarkan oleh CV Al Fatih dan akhirnya ada penambahan anggaran”,tungkasnya. (*)

Tulis Komentar

News Feed