oleh

ASN Waykanan Terindikasi Mobilisasi Massa

WAYKANAN – Instruksi Pjs Bupati Waykanan terkait netralitas ASN kini tengah diuji, menyusul beredarnya video yang menampilkan beberapa orang yang diduga ASN berkumpul, membincangkan soal Pilkada. Ngapain mereka ada di sana, itulah ujian yang harus disikapi Pjs Bupati Mulyadi Irsan?

Dalam video jelas terlihat sejumlah ASN membincangkan pilkada. Hanya saja mereka tidak mengarahkan atau mengajak memilih salah satu calon.

” Yng berkumpul itu semua ASN yang diduga sengaja dikumpulkan dan dimobilisasi oleh seseorang. Kami menduga mereka itu sengaja dikumpukan untuk memberikan dukungan pada seorang calon,” ujar narasumber yang enggan namanya dituliskan.

Dari rekaman yang beredar luas di medsos terdengar ada seseorang (ASN) yang menyatakan tujuan mereka berkumpul di tempat itu adalah untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkada, dimana lebih baik berdiskusi secara beramai-ramai di tempat tertutup dari pada di pinggir jalan.

Baca Juga :  Pjs. Bupati Pesibar Ikuti Vicon Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Cuaca Ekstrim

”Yang pertama tugas kita memantau setiap pertemuan, harus paling banyak 50 orang. Lebih dari itu bisa dibubarkan sesuai dengan regulasi yang ada. Terlebih dari itu mari kita ajak handai taulan untuk beramai ramai mensukseskan pemilukada, dan pilihan kita semua tentu telah tahu, sebab semua yang ada di ruangan ini tentu tujuannya sama,” ujar salah satu dari pembicara yang tidak terlalu jelas rupanya didalam vidio tersebut.

Salah satu ASN yang diduga menginisiasi pertemuan tersebut membenarkan bila ada pertemuan, akan tetapi pertemuan tersebut semata mata untuk melakukan pemantauan pelaksanaan kampanye agar tidak terjadi kekacauan, dan itupun dilakukan di luar jam kerja (Hari Minggu, red).

Baca Juga :  Pelantikan PC GP Ansor Kabupaten Waykanan

”Memang kami waktu itu bertemu dengan beberapa orang sesama ASN, sebagai bentuk tanggung jawab kami untuk ikut mensukseskan Pilkada Waykanan. Antara lain menyatakan pertemuan tidak boleh lebih dari 50 orang agar tidak terjadi pergesekan karena aturannya maksimal 50 orang, dan kami khususnya saya tidak mengajak untuk memilih salah seorang calon, tetapi mengajak mensukseskan Pilkada dengan jalan sama-sama memantau pelaksanaan kampanye agar jangan lebih dari 50 orang,” ujar salah satu ASN.

Menyikapi hal ini,Yesi Karnainsyah S.Sos, Ketua Bawaslu Waykanan, menegaskan pihaknya tidak akan pandang bulu dalam menegakan aturan. Ia menilai adanya video tersebut dapat menjadi pintu masuk pihaknya melakukan penelusuran mendalam.

Baca Juga :  Unit Uji Ranmor Dishub Lamteng Raih Serfikat Akreditasi A

”Inikan baru Informasi, jadi kami akan telusuri dahulu kebenaran berita ini,” ujar Yesi singkat. (*)

Tulis Komentar

News Feed