oleh

Terjaring OTT, Kabid DPMPTSP Provinsi Lampung Ditetapkan Tesangka

Bandar Lampung – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandar Lampung menetapkan dua tersangka terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas Penanaman Modal dan pelayanan terpadu satu pintu ( DPMPTSP ) Provinsi Lampung, salah satunya Kabid pelayanan perizinan Nirwan Yustian (50) dan Edi Efendi ( 50 ) (Staf ASN).

Dari tangan dua ASN Provinsi Lampung, Polisi mengamankan barang bukti uang tunai Rp 25 juta , 5 unit Hand phone, 1 berkas surat permohonan izin, 4 rangkap surat izin SIP dan SIPA dan 2 lembar surat tanda terima.

Untuk tersangka Nirwan dikenakan pasal 12 huruf e Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak Pidanan korupsi sementara Edi dipersangkakan pasal 12 huruf e Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak Pidanan korupsi JO pasal 56 KUHP.

Baca Juga :  Polres Pringsewu Bekuk Spesialis Pengetok Nomor Mesin dan Rangka Kendaraan

Kedua tersangka tersebut adalah Nirwan Yustian (50) tahun Kabid pelayanan perizinan dan Edi Efendi ( 50 ) tahun (Staf ASN) dengan barang bukti yang berhasil diamankan Polisi, uang tunai 25 juta , 5 unit Hand phone, 1 berkas surat permohonan izin, 4 rangkap surat izin SIP dan SIPA dan 2 lembar surat tanda terima.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Yan Budi Jaya mengatakan, untuk kedua tersangka sudah dilakukan penahanan untuk tahap penyidikan lanjutan.

”Untuk Tersangka Nirwan dikenakan pasal 12 huruf e Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak Pidanan korupsi sementara Edi dipersangkakan pasal 12 huruf e Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak Pidanan korupsi JO pasal 56 KUHP,” Yan Budi pada konfersensi pers yang digelar di Mapolresta Bandarlampung, Rabu, (30/09/2020).

Baca Juga :  Diduga Aniaya Istri, Ibenu Soleh Diringkus Polisi

Kapolresta bandar Lampung menjelaskan, kronologis penangkapan kedua ASN provinsi Lampung ini bermula, sebelumnya Unit Tipikor Satreskrim Polresta Bandar Lampung mendapat informasi masyarakat, yang hendak membuat surat izin pengusahaan air bawah tanah (SIPA) di Kantor Dinas PM-PTSP.

Kemudian dalam pengurusan surat izin tersebut, diminta memberikan sejumlah uang yang seharusnya dalam mengurus surat tanpa biaya. “Informasinya korban ini diancam, apabila tidak mampu atau tidak mau memberikan uang, maka surat izin tersebut tidak diterbitkan atau dikeluarkan. Setelah itu, tim langsung melakukan penyelidikan terkait laporan ini,” Jelas Yan Budi.

Setelah digeledah di Kantor Dinas PM-PTSP, tepatnya di ruangan Nirwan bersama Edi ditemukan uang tunai Rp25 juta dalam pecahan uang kertas senilai Rp100 ribu. Uang tersebut ditemukan di dalam kantong celana tersangka Edi.

Baca Juga :  Dua Pelaku Pengeroyokan Berhasil Diamankan Polsek Wonosobo

“Perbuatan kedua tersangaka terdapat dampak kerugian terutama menghambat pemasukan pajak daerah, karena surat izin tidak dikeluarkan. Dalam situasi Covid-19 ini sehingga perekonomian negara melemah, ditambah adanya hambatan oknum pejabat memperburuk investor untuk berusaha,” sambung Yan Budi Jaya. (Adien)

 

Tulis Komentar

News Feed