oleh

Yusuf Kohar: Kalau Bisa Bersih Mengapa Harus Kotor

BANDARLAMPUNG – Calon Walikota Bandarlampung nomor urut 2 Yusuf Kohar tampil memikat hingga memukau semua yang hadir pada debat calonkada yang digelar KPU di Hotel Sheraton, Rabu (14/10) malam.

Ia tampil lugas dan mampu menjelaskan dengan baik semua visi misi yang disusunnya bersama calon wakilnya, Tulus Purnomo.

Haluanlampung.com sempat menemuinya Rabu sore, tiga jam sebelum ia berangkat ke arena debat. Ia melontarkan tiga kalimat pendek yang cukup tajam yakni, “Kalau bisa bersih mengapa harus kotor dan bocor. Kalau bisa mulus mengapa mesti bergelombang. Kalau bisa tepat waktu mengapa harus molor.”

Yusuf Kohar sejak sore kemarin sudah menyiapkan materi visi misinya yang diringkas dalam coretan pada kertas satu lembar kertas. Cuma itu!

Baca Juga :  Posting Tak Wajar, Akun Facebook Milik Kades Sidomulyo Mesuji Diduga Diretas

“Tak ada persiapan khusus. Bismillah saja. Dengan selembar kertas ini saya yakin semua warga bisa memahami bahwa kota ini butuh pemimpin berkualitas, jujur dan sungguh-sungguh membangun kota ini,” tegasnya.

Pada debat, Yusuf Kohar membeberkan visinya: “BANDAR LAMPUNG MAKMUR, UNGGUL DAN BERKEADILAN”

MAKMUR: adalah suatu kondisi terwujudnya Bandar Lampung sebagai kota perdagangan dan jasa yang mandiri, berdaya saing dengan kehandalan insfrastruktur menuju kota cerdas (smart city) berbasis IT dan berwawasan lingkungan.

UNGGUL: adalah suatu kondisi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, religius, berbudaya, sehat jasmani dan rohani, sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan serta siap menghadapi revolusi 4.0.

BERKEADILAN: adalah suatu kondisi terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara merata dan proporsional dengan menumbuhkan keberdayaan sosial, memfasilitasi dan melindungi pelaku-pelaku ekonomi, industri kreatif (start up), UMKM, Industri Rumah Tangga berbasis potensi lokal.

Baca Juga :  DPP PAN Terbitkan SK Kepengurusan PAN Lampung

Ia menawarkan 5 point misi yakni:

1. Membangun kemandirian ekonomi daerah dan masyarakat, ditandai dengan peningkatan PAD, tumbuhnya sektor riil, berkurangnya angka pengangguran, serta berkembangnya ekonomi kreatif (pariwisata, seni dan budaya), start up, dan UMKM/IRT.

2. Mewujudkan infrastruktur kota yang handal serta meningkatkan sarana dan prasarana dasar di tingkat lingkungan (RT/RW) yang nyaman dan ramah lingkungan.

3. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang hebat, berdaya saing, sehat jasmani-rohani, berkarakter serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya.

4. Mewujudkan kehidupan sosial kemasyarakatan yang harmonis dan berimbang antara tiga pilar utama pembangunan, yaitu: masyarakat, pemerintahan kota dan swasta.

5. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, berbasis elektronik dan bebas korupsi dengan memberikan ruang yang luas bagi partisipasi masyarakat dalam proses perumusan hingga evaluasi kebijakan.

Baca Juga :  Soal Politik Uang, Ini Kata Yusuf Kohar

(iwa)

Tulis Komentar

News Feed