oleh

Pemkab Lambar Kekosongan Arkeolog dan Seniman

Lampung Barat – Pemerintah kabupaten Lampung Barat terus berupaya melestarikan budaya, baik dengan melakukan penelitian terkait penemuan situs-situs budaya bersejarah, maupun mengembangkan seni budaya, namun upaya tersebut masih belum sepenuhnya bisa terwujud akibat terkendala kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli dibidangnya.

Hal tersebut diungkapkan Riadi yang merupakan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lambar, Riadi mengatakan, selama ini kita banyak menemukan situs bersejarah baru dilambar hasil dari laporan masyarakat, namun untuk melakukan penelitian lebih mendalam atas temuan tersebut Pemkab Lambar terkendala tidak adanya tenaga yang ahli di bidang kepurbakalaan atau yang lebih dikenal dengan Arkeolog, Jumat (16/10/2020).

Riadi menjelaskan, dari puluhan situs yang sudah ditemukan baru beberapa saja yang sudah dilakukan penelitian,untuk melakukan Kajian sistematis tentang penemuan tersebut, itu hanya bisa dilakukan dengan cara melakukan kerjasama dengan pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten dan Balai Arkeologi (Balar).

Baca Juga :  KPU Waykanan Serahkan APB dan BK Paslon

“Lampung barat ini memang sangat kaya budayanya, baik situs-situa bersejarah maupun seni budaya, tapi kita belum bisa sepenuhnya bisa menggali dan mengembangkannya sebab kita terkendala tenaga Arkeolog dan seniman,” Ungkap Riadi.

Riadi melanjutkan, selain terkendala tenaga Arkeolog, Pemkab Lambar juga tidak memiliki sumberdaya manusia di bidang seni, terutama di bidang seni tari dan seni musik tradisional.

Menyikapi kekurangan seniman tersebut Pemkab Lambar, dalam mengembangkan seni budaya Riadi mengaku, pihaknya bekerjasama dengan beberapa sanggar seni dilambar yang memiliki seniman yang mumpuni di bidangnya.

“Dalam mengembangkan seni budaya Kita juga kekurangan seniman dilingkup Pemkab Lambar, tapi masih bisa kita siasati dengan bekerjasama dengan beberapa pekerja seni yang tergabung dalam beberapa sanggar seni yang ada di Lambar,” ungkap Riadi.

Baca Juga :  Plt. Kadis Kominfo Pesibar Hadiri Acara FGD Program Smart Village di Bandarlampung

Riadi berharap, Pemkab Lambar melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dapat membuka formasi dibidang arkeologi dan seni budaya saat melakukan perekrutan Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) ormasi disaat perekrutan pegawai negeri sipil. Agar bisa menutupi kekurangan Arkeolog dan seniman dalam pelestarian situs- situs dan seni budaya diLambar.

“Yang betul-betul kosong itu tenaga Arkeolog, tapi kalo seniman banyak mereka tergabung di sanggar, bahkan ada beberapa yang memang sarjana seni, tapi mereka kan bukan Pegawai Pemkab, jadi belum bisa seutuhnya fokus dibidangnya, saya berharap saat perekrutan CPNS Pemkab Lambar melalui BKPSDM dapat membuka pormasi dibidang arkeologi dan seni budaya,” tutupnya. (Rifai)

Tulis Komentar

News Feed