oleh

Farifki Zulkarnain : Pemberian Gelar Harusnya Dimusyawarahkan Dulu Dengan Makhga Selimau

PESAWARAN – Tidak melalui musyawarah terlebih dahalu, pemberian gelar atau adok untuk M. Nasir sebagai bagian dari keluarga Saibatin Bandakh Makhga IV Way Lima , Buay Khandau Selimau, dianggap tidak syah oleh Farifki Zulkarnain yang juga merupakan tokoh adat Makhga Way Lima, Adok Suntan Junjungan Makhga.

Menurut Farifki yang juga mantan Anggota Dewan Kabupaten Pesawaran mengatakan, seharusnya pemberian gelar itu harusnya terlebih dahulu di musyawarahkan dengan Makhga Selimau disetuju atau tidak untuk memberikan gelar adok tersebut.

“Selayaknya dimusyawarahkan dulu sama makhga selimau setuju atau tidaknya. Baru dikabarkan dengan punyimbang yang lainnya dengan acara sakral. Dan juga harus mengundang makhga-makhga seperti Makhga badak, Makhga putih, Makhga Sepekhtiwi, itulah cara yang benar,” ucap Suntan.

Baca Juga :  Posting Tak Wajar, Akun Facebook Milik Kades Sidomulyo Mesuji Diduga Diretas

Lanjut Suntan, Acara pemberian gelar tidak hanya memotong kerbau saja, tapi sakralnya adalah pemberian Katil kepada Punyimbang-Punyimbang Selimau.

“Bukan hanya sekedar motong kerbau. Tapi itu ada sakralnya dengan membagikan katil dengan punyimbang selimau, sementata Ini cuman empat punyimbang yang hadir, dalam acara pemberian gelar tersebut, sedangkan yang tidak hadir ada 10 punyimbang, artinya banyak punyimbang yang tidak setuju dengan pemberian gelar tersebut dari pada yang setuju,” jelasnya.

Tak hanya itu, Suntan junjungan Makhga sangat menyangkan pemberian gelar tersebut, yang terkesan dipaksakan.

“Seharusnya Agus Bastian gelar Suntan Bandakh Makhga mengikuti musyawarah selimau, artinya dari surat penolakan untuk hadir diacara tersebut, ya acaranya jangan dilakukan, kalau begini terkesan seperti dipaksakan,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :  Setelah Viral Pemberitaan Penyelewengan PKH, Aparat Desa Mengingtimidasi dan Menjemput Paksa Suratinah

Farifki juga menjelaskan bahwa penobatan M. Nasir menjadi Dalom Cahaya Makhga menjadi tidak syah, karena hanya dihadiri oleh empat punyimbang saja.

“Ya dari makhga selimau saja cuman empat punyimbang yang hadir, yang 10 punyimbang tidak hadir, jadi gak sah kalau menurut saya. Jadi terkait dinobatkannya M. Nasir sebagai bagian keluarga besar adat Saibatin Bandakh Makhga IV Waylima Buay Khandau Selimau di Lamban balak Kekhatun kebandakhan makhga Waylima IV dengan Gelar/ Adok Dalom Cahya Makhga kemarin 17/10 tidak syah” katanya.

Selain itu Suntan Junjungan Makhga, Farifki Zulkarnain mengingatkan masyarakat adat agar tidak sembarangan memberikan gelar adat kepada orang.

“Sebab, legalitas masyarakat adat atau majelis adat harus sesuai dengan peraturan adat agar pemberian gelar adat menjadi sah dan dapat dipertanggungjawabkan”tutupnya. (Mus)

Tulis Komentar

News Feed