oleh

Petani Terancam Rugi, Harga Singkong di Mesuji Anjlok Jadi Rp 800 Per Kilo

-DAERAH, MESUJI-2.255 views

Mesuji – Anjloknya harga singkong ( ubi kayu) dikabupaten mesuji hingga menembus angka Rp 800,00/kg, kondisi ini membuat risau para petani singkong lantaran harga tersebut dirasa sangatlah minim.

Salah satu petani singkong warga Brabasan, Kecamatan Tanjungraya, Rianto, meminta agar pemerintah memberi perlindungan harga singkong hingga petani tidak merugi, menurutnya, dalam satu bulan terakhir, harga singkong terus terjun bebas.

Terpisah pengelola lapak singkong setempat, Joko Suyitno mengaku penetapan harga mengikuti pasar.

“Alasan lapak-lapak ya karena harga di pabrik juga turun,” Ucap Joko.

“Kalau lagi naik, ya kita dapat harga bagus, permintaan banyak. Kalau lagi sekarang ini, ya memang lagi turun (harga), sedangkan peasokan singkong meningkat, jadi harga turun,” katanya.

Baca Juga :  Adipati Janji Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Dengan kondisi itu, para petani yang masih memungkinkan adalah, menahan untuk tidak menjual singkongnya tetap mempertahankan komoditasnya.

“Saya tahan. Sampai sekarang belum cabut singkong. Tunggu harga kalau-kalau naik, satu dua bulan inilah sampai Desember. Mudah-mudahan naik harganya,” timpal Sunaryo, pemilik kebun singkong di Simpang pematang

Sementara itu, turunnya harga komoditas ubi kayu (singkong), juga menggugah Pemkab Mesuji, melalui kepala bagian ekonomi dan pembangunan sekretriat daerah kabupaten Mesuji Arif Arianto menegaskan bahwa pihaknha akan memanggil perusahaan dan pemilik lapak singkong yang ada di kabupaten tersebut.

“Kita akan duduk bersama, kita mau tahu kondisi singkong kenapa sampai saat ini turun terus, ” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Sujadi Buka Festival Inovasi Kewirausahaan

Masih kata Arif, bahwa harga singkong yang anjlok juga membuat petani menjerit. Mereka mempertanyakan penyebab dan langkah yang harus diambil untuk memulihkan kembali harga seperti semula, yakni Rp1.400 sampai Rp1.500/kg.

“Paling tidak kita bisa menjawab pertanyaan petani, sekaligus mencari solusi bersama agar petani tidak terus menerus dirugikan dengan turunnya harga ini,” ujarnya.

Namun, Arif belum menyebut kapan pihak perusahaan tapioka dan lapak singkong tersebut akan dipanggil. Ia hanya menjelaskan dalam waktu dekat ini.

“Bagaimana caranya kita minta perusahaan yang produksi tepung tapioka bisa memberi harga yang tidak terlalu rendah kepada petani dengan harga yang wajar, yang tidak merugiakan petani. Meski kita juga harus menyadari banyak faktor yang menyebabkan harga turun. Mulai dari supplay and demand yang juga menjadi pertimbangan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pjs. Bupati Pesibar Melakukan Sidak Di Enam OPD

Dikatakan juga olehnya, bahwa pemda Mesuji, ingin mengedukasi petani agar kualitas singkong tetap terjaga dan bisa mendongkrak harga jual.

“Mulai dari jenis singkongnya, apakah yang direkomendasi untuk tepung tapioka atau bukan. Juga perlakuan panen, yakni ubi kayu atau singkong harus bersih, tidak bercampur tanah dan batang atau bonggol dipotong bersih. Nah, kalau sudah bagus hasil panennya kita bisa komplain ke lapak atau pabrik yang menimbang singkong,” paparnya.

(Rado)

Tulis Komentar

News Feed