oleh

Warga Minta Nama Simpang Tiga Panaragan Dikembalikan ke Sebutan Lama

TULANGBAWANG BARAT – Beredarnya video yang menyebut simpang tiga Panaragan, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dengan sebutan Simpang Monyet menuai kecaman.

Tokoh pemekaran Kabupaten Tubaba Khoiri Rujungan mengecam pernyataan Maryanto di dalam video itu yang menyebut Simpang Tiga Panaragan sebagai Simpang Monyet.

Terhadap Pemkab Tubaba, dirinya meminta nama Simpang Tiga Panaragan dikembalikan ke nama semula yakni, Simpang Tiga Gunung Tekuk.

Menurut Khoiri, perkataan Maryanto haruslah jelas, bahkan dirinya menganggap Maryanto sebagai seorang yang senang mengamini apa yang dia dengar saja tanpa mencari tahu lebih jauh kebenaranya.

“Jelas Maryanto mengada-ada dengan mengatakan Simpang Tiyuh Panaragan sebagai Simpang Monyet. Jadi saya ingin bertanya Maryanto kenapa menyebut tempat itu Simpang Monyet, karena tidak ada alasan menyebut simpang tiga tiyuh panaragan sebagai Simpang Monyet,” ujar mantan anggota DPRD Tuba dua periode ini. Minggu (18/10).

Baca Juga :  Brigif 4 Marinir/BS Lampung Lakukan Kunker ke Tanggamus

Dijelaskan Khoiri, Jalan Panaragan – Menggala pada masa pemerintahan Belanda tidak ada di Simpang Tiga tetapi lewat Menggala Mas. Sejak tahun 1919 jaman juru ukur bernama Yakub Jalan Panaragan dibuka lewat Gunung Tekuk dan jalan ke Gedung Ratu lewat pinggir sungai.

Dengan maraknya transmigrasi pada tahun 1973 – 1974 baru ada kelancaran jalan transmigrasi melalui simpang tiga yang berada di puncak Gunung Tekuk sama dengan Bawang Tekuk ( Rawa Tekuk ).

“Gunung tekuk artinya pengumpulan sama dengan Bawang Tekuk yang ada di antara Panaragan dan Bandar Dewa, sedangkan Bandar Dewa adalah pelabuhan pada masa hindu sebelum islam. Mengapa orang berlabuh di Bandar Dewa dan Tekuk, karena itu tempat pengumpulan orang untuk bertapa di Panaragan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polwan Satlantas Polres Tanggamus Sosialisasi Prokes

Untuk itu, sebagai putera daerah, Khoiri berharap agar nama Simpang Tiga Panaragan dikembalikan ke sebutan lama.

“Berkaitan dengan sebutan simpang tiga panaragan tersebut sebaiknya di kembalikan kepada sebutan lama Simpang Tiga Gunung Tekuk agar sejarah asal yang di warisi oleh nenek moyang Panaragan tidak hilang,” tandasnya. (Toni/JJ).

Tulis Komentar

News Feed