oleh

Jalan Diponegoro Mirip Sungai, Ada Air Terjun

-HEADLINE, KOTA-80 views

BANDARLAMPUNG – Banjir menggenangi sepanjang Jalan Diponengoro, Telukbetung Utara (TbU) hingga Jalan Salim Batubara, Bandarlampung, Senin (19/10) akibat hujan mengguyur Kota Tapis Berseri hampir satu jam.

Pantauan di lokasi, banjir di sepanjang jalan yang berada di sekitar pusat Pemerintah Kota Bandarlampung itu berasal dari dataran tinggi, baik dari pemukiman warga juga dari lokasi Masjid Al-Furqon.

Bahkan, tumpahan air dari halaman Masjid AL-Furqon tidak ubahnya seperti air terjun, hingga menjadi perhatian para pengemudi yang berada di lokasi banjir tersebut.

“Sepanjang jalan Diponegoro hingga Salim Batubara banjir. Jalan berubah seperti sungai, ada air terjun tumpah dari halama Masjid Al-Furqon,” kata Ilwadi, warga Telukbetung, Senin (19/10).

Baca Juga :  Jemaah Masjid Minta Pemkot Perbaiki Drainase

Meski tidak mengganggu lalulintas, banjir dengan intensitas cukup deras ini menjadi kekhawatiran para mengemudi sepeda motor.

“Ya takut juga kalo bawa motor, arusnya cukup deras,” kata Ilwadi.

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengatakan secara umum wilayah Lampung sudah memasuki musim hujan akibat fenomena La Nina di Samudera Pasifik.

“Secara umum wilayah Provinsi Lampung sudah memasuki awal musim hujan. Fenomena La Nina berpotensi meningkatkan volume curah hujan di sebagian besar wilayah Lampung,” ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, saat di Bandarlampung, Senin (19/10).

Ia mengatakan, meskipun sebagian besar wilayah di Lampung telah masuk musim hujan, ada sejumlah daerah yang masih memasuki masa pancaroba.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Sampaikan Apresiasi Atas Dipercayanya Provinsi Lampung Menggelar Kegiatan National Marpolex

“Lampung bagian selatan termasuk Kota Bandarlampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Metro, masih dalam masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, menurut perkiraan awal November baru masuk musim hujan,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun ini musim kemarau cenderung kemarau basah, sehingga terjadi peningkatan curah hujan.

“Puncak musim hujan di Lampung terjadi bulan Januari, namun mulai November hingga Desember, intensitas hujan sudah mulai banyak, seperti hari ini siang hari panas dan sore hujan disertai angin kencang petir dan kilat,” ujarnya lagi.

Ia menjelaskan, adanya peralihan cuaca ke musim penghujan masyarakat diimbau untuk mengantisipasi terjadinya bencana berupa genangan, banjir, banjir bandang dan longsor. (JJ)

Tulis Komentar

News Feed