oleh

Menunggu Putusan Maksimal Gakkumdu

-POLITIK-34 views

Haluanlampung.com – Kasus 2 ASN terduga pelanggaran pilkada Bandarlampung sudah di tangan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Sekalipun terbukti, ancaman sanksinya tak yakin membuat kapok, cuma pidana penjara paling singkat 1 bulan, paling lama 6 bulan, atau denda Rp600.000 paling banyak 6.000.000 rupiah. Beranikah Gakkumdu memutus sanksi maksimal?

Dua ASN itu, yakni Lurah Kemilingpermai Wanjaya dan Ka-Bappeda Kota Bandarlampung Khaidarmansyah akan dipanggil paling lambat lim hari ke depan untuk diminta klarifikasinya.

Wanjaya dilaporkan terkait berfoto bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kemilingpermai di Posko Tim Pemenangan paslon nomor urut 3 Eva Dwiana-Deddy Amarullah. Sementara Khaidarmansyah, diduga membagikan foto atau pamflet dukungan calon nomor urut 3.

Baca Juga :  Sirekap Mobile dan Website KPU Kembali Disimulasi

Dua ASN tersebut dilaporkan JPPR Lampung beberapa hari lalu. Bawaslu Bandarlampung dilaporkan telah menyerahkan surat registrasi No: 006/Reg/LP/PW/kota/08.01/X/2020 sebagai tanda laporan dapat diterima untuk ditindaklanjuti.

Anggota Bawaslu Bandarlampung Koordiv Penanganan Pelanggaran Yahnu Wiguno Sanyoto mengatakan, dua kasus yang sudah diregistrasi ini akan diteruskan dalam penanganan pelanggaran pidana pemilu.

Lima hari kedepan, kata Yahnu, pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap terlapor dan juga saksi-saksi yang diajukan pelapor.

“Hari Senin (26/10) akan dilakukan rapat pembahasan kedua bersama Gakkumdu, jika terbukti, maka sanksinya pidana penjara paling singkat 1 bulan, paling lama 6 bulan, atau denda Rp600.000 paling banyak 6.000.000 rupiah,” pungkasnya. (iwa)

Tulis Komentar

News Feed