oleh

3 Tahun Lamanya, Oknum PSM Selewengkan Kartu KPM Milik Warga

-KOTA-106 views

Bandarlampung – Pada Era kepemimpinan Presiden Joko Widodo banyak menyalurkan progam bantuan non tunai untuk meretas kemiskinan di Indonesia salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Program BPNT merupakan upaya mereformasi program subsidi rastra yang dilaksanakan berdasarkan arahan presiden RI untuk meningkat efektivitas dan sasaran programm
kemudian mendorong Inklusi Keuangan karena disalurkan menggunakan akun elektronik kemudian masyarakat menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dapat di gunakan untuk membeli pangan di e-warung KUBE PKH / atau pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan bank BRI.

Diharapkan dapat membantu masyarakat, Progam Bantuan ini justru rentan disalah gunakan oleh petugas yang berwenang mendampingi maupun yang menyalurkan

Baca Juga :  Warga Sekitar Keluhkan Debu Proyek Perluasan Lapangan Golf Sukarame

Pada Investigasi Tim Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), salah satu Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) pendamping sekaligus petugas penyalur E-warung Dwi Mofli Apriani alias Wiwik dari CV. IDS Makmur kedapati menggelapkan dana BPNT, PKH milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atas nama Yustiawati selama 3 tahun lamanya.

Yustiawati Warga Kelurahan Gedong Air Kecamatan Tanjung Karang Barat ini terkejut saat ia mendapati kiriman bantuan beras dari kelurahan kerumahnya.

“Tiba-tiba dapat 45kg beras dari bantuan PKH, saya kaget karena saya selama ini tidak pernah dapat dan pegang kartu lagi sejak 2017” paparnya.

Ia juga mengatakan bahwa jika ia mendapatkan bantuan beras ini berati namanya terdaftar sebagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan kemudian ia mendatangi salah satu pendamping di E-warung CV.IDS Makmur milik Wiwik.

Baca Juga :  Makan Gratis di Soft Opening Kuliner SPBU Khas Medan

“Ternyata selama 3 tahun ini benar dipegang oleh mba wiwik, dulu kartu saya ini ditarik karna saya bekerja diluar kota, Namun saya pikir sudah dikembalikan ke Pusat ternyata belum” tandasnya, Selasa (20/10)

Saat dikonfirmasi ke CV. IDS makmur dan bertemu langsung, Wiwik membenarkan selama 3 tahun ini kartu milik Yustiawati dipegang olehnya. Namun ia berdalih bantuan tersebut ada di dirinya karena Yustiawati dikabarkan telah pindah rumah.

“Saya sudah koordinasi dengan TSK, Terus dia menyampaikan, kartu itu di pakai saja untuk keluarga yang tidak mampu. Jadinya selama ini bantuan tersebut saya saluran ke pantai asuhan, janda yang tidak mampu, dan menyalurkan ke masyarakat yang membutuhkan” elaknya.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Berikan Bantuan Kepada 640 Orang Guru Ngaji, Imam Masjid, Marbot dan Muazzin

Merasa ramai diperbincangkan, Wiwik memohon kepada Yustiawati agar Bantuan yang ia dapat selama 3 Tahun ini di ikhlaskan dan membuat surat perdamaian.

Namun Wiwik belum menjelaskan disalurkan kemana saja Bantuan milih Yustiawati selama 3 tahun ini.

Saat Tim ingin mengkonfirmasi pada Kamis (22/10), terkait siapa yang menerima Bantuan Yustiawati selama ini, Wiwik tidak ada dikantor CV. IDS Makmur. Dan Nomer teleponnya pun tidak aktif. (Sela)

Tulis Komentar

News Feed