oleh

Setelah Dizolimi Aparat Desa, Suratinah “Korban Penyelewengan PKH” Dipaksa Tanda Tangani Surat Damai

Metro – Penerima bantuan PKH Warga Desa Bumi Jaya kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah merasa haknya dirampas dan di Zolimi oleh pendamping dan aparat kampung ahirnya mendatangi seketariat Asoaiasi Wartawan Profesional Indonesia kota Metro di Jalan Yos Sudarso No 31 Metro pusat, Sabtu (24/10/2020).

Ia meminta diusut tuntas dan meminta aparat yang zolim untuk lengser dari jabatannya. Kedatangan Ibu-ibu itu diterima langsung oleh ketua AWPI kota Metro, Verry Sudarto dan didampingi bidang hukum AWPI kota Metro.

Dikesempatan itu, ketua AWPI kota Metro, Verry Sudarto mengucapkan terima kasih atas kedatangan ibu-ibu yang jauh-jauh dari Bumi Jaya Lamteng datang kesekretariat AWPI .

Kedatangan ibu-ibu sangat kami hargai dan sangat kami harapkan setelah ibu-ibu mempercayakan kami untuk membantu
Dan mengawal proses ini, sampai pada jalur hukum, ujar Verry.

Baca Juga :  Didukcapil Tubaba Terbitkan Program Kartu Identitas Anak

“Saya bersama 5 orang tim hukum AWPi dari Law Firm Nusantara Raya, yang mendapatkan kuasa ibu-ibu semua selalu berkordinasi dan sepakat menempuh pada jalur hukum.
Kami juga merasakan, ibu sangat sakit dan kecewa karena hak sudah terampas dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan hak ibu yang sudah terampas,” kata Verry.

Dikesempatan yang sama , ketua tim kuasa hukum, Okta Vernando menambahkan, “kami sebagai kuasa hukum yang dikuasakan sudah pernah melayangkan somasi kepada Fenty Fatimah, pendamping PKH kampung, Sri Susanti Kaur Kesra dan petugas BPNT, dan Dwi Maryati ketua kelompok dan tembusan ke Kades, tapi semua itu tak di indahkan malah kemarin mengirim beberapa utusan tapi semua tak ada solusi. Jadi kita disini kita berkordinasi dan membahas untuk langkah selanjutnya pada proses langkah hukum kita,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD Mesuji Gelar Rapat Paripurna Dalam Rangka Pemilihan Wabup Mesuji

Dikesempatan itu pula, Suratinah (29) Salah satu korban penzoliman dana PKH Mengatakan, setelah surat Somasi dilayangkan kemereka, Senin (19/10/2020) kemarin,

Saya diajak paksa oleh Dwi Maryati ke balai desa guna menemui kepala kampung untuk menandatanganin surat damai dan tidak menuntut pada petugas PKH.

“Disana saya di intimidasi oleh beberapa Orang yakni, Mujiman Kepala Kampung Bumi Jaya, Fenty Fatimah Pendamping PKH, Sri Susanti Kaur Kesra sekaligus Petugas BPNT, Dwi Maryati Ketua Kelompok PKH untuk menandatanganin Surat Pernyataan Damai, Namun saya enggan untuk menandatanginin surat damai itu,” pungkas Suratinah. (Ver/Rel)

Tulis Komentar

News Feed