oleh

Setelah Viral Pemberitaan Penyelewengan PKH, Aparat Desa Mengingtimidasi dan Menjemput Paksa Suratinah

Lampung Tengah – Adigang Adigung, mungkin itu yang bisa disematkan pada Kades dan aparat kampung yang menangani dana bantuan PKH dan BPNT di Bumi Jaya, kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah.

Setelah Viral pada pemberitaan diduga ada aroma busuk dan penzoliman terhadap warga tentang penyaluran bantuan PKH dan BPNT mereka menggunakan trik- trik kotor untuk membungkam suara warga.

Seperti halnya terjadi pada Ibu Suratinah, setelah memberi keterangan pada kuasa hukum di sekretariat AWPI kota Metro dan Viral dipemberitaan, aparat kampung dan kades itu berkumpul serta mengutus orang untuk meng intimidasi dan menjemput paksa, Minggu (25/10/2020)

Seperti halnya yang dikatakan Supat (32), suami Suratinah, Sekira pukul 13.00 wib siang datang kerumah saya aparat BPD dan orang yang tidak saya kenal.

Baca Juga :  Gubernur Jadikan Desa Sukadana Baru, Marga Tiga, Lampung Timur sebagai Daerah Percontohan

Lanjut Supat, anehnya orang yang tak saya kenal itu foto rumah saya dan rumah orang tua saya.

Dia juga mau foto saya, tetapi saya tidak mau terus saya tanyakan bapak siapa kok foto-foto gak izin, kedatangan bapak kesini untuk apa. Lalu orang itu bilang, kalau ibu suratinah disuruh kumpulan.

Tapi saya katakan, kalau saya mau pergi jadi saya tidak bisa menghadiri itu, katanya.

Sekertaris BPD Desa Bumi Jaya, Gunadi (37th), ketika di konfirmasi, ia mengatakan dan menceritakan kronologis kejadian yang menimpa suratinah.

Sekitar jam 11.00 wib, saya ditelepon anggota saya diberitahu bahwa saya disuruh menghadiri kumpulan di rumah salah satu warga yaitu bapak Supradi.

Baca Juga :  Wabup Tubaba Serahkan Inventaris Kantor ke Kementrian ATR/BPN

Sesampai disana sudah ada Kepala Desa (Mujiman), beberapa kepala dusun, pendamping PKH (Fenty ), Kaur Kesra (Sri Susanti) dan beberapa orang yang tidak saya kenal, disitu membahas masalah PKH yang masih rame di desa Bumi Jaya.

Setelah itu Lanjutnya, Saya disuruh ibu Fenty untuk menjemput ibu Suratinah yang katanya untuk dimintai keterangan terkait Viralnya vidio dan berita yang beredar.
Menurutnya,setelah saya berangkat saya diikuti oleh orang yang tidak saya kenal itu.

Tapi disana dia mengambil foto dan mendapat teguran dari pemilik rumah.

kenapa difoto-foto, akhirnya orang yang tidak dikenal itu meminta maaf atas tindakannya.

Masih kata Gunadi, akhirnya saya beri saran untuk bapak Supat dan ibu Suratinah.

Baca Juga :  Dua Personil Satlantas Polres Pringsewu Terima Penghargaan

Karena sudah mengkuasakan perkara ini ke kuasa hukum jadi jangan panik dan takut.

“Gunadi juga berharap, kami selaku BPD terkait permasalahan kezoliman dana PKH ini mudah-mudahan agar cepat diselesaikan baik secara kekeluargaan maupun secara Hukum,” Punkasnya (Rel/tim)

Tulis Komentar

News Feed