oleh

Terkait Penyelewengan BPNT, Kadis Mangkir dan Oknum Wiwik Menghilang

-HEADLINE, KOTA-95 views

Bandarlampung – Kasus Penyelewengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dalam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) milik Yustiawati warga Gedong Air Kecamatan Tanjung Karang Barat oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Dwi Mofli Apriani alias Wiwik selama 3 tahun terus berlanjut.

Rencana Peninjauan yang sudah dijadwalkan oleh Kepala Dinas Sosial Bandar Lampung, Tole Dailami melalui Kabag Jaminan Santoso ternyata dialihkan ke Staf Bagian Jaminan Sosial Vivi, bersama Korda Provinsi Lampung dan TKSK.

Kepala Dinas Sosial Tole Dailami dan Santoso Mangkir, dengan alasan Rapat dan Santoso sedang Ke Bandung karena ada sodara yang meninggal.

Melalui Staf Bagian Jaminan Sosial Vivie mengungkapkan, jika KKS milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak boleh di pegang siapapun dengan alasan apapun, kecuali si Penerima tersebut. kalaupun si Penerima pindah tempat tinggal Kartu tersebut masih tetap milik si Penerima.
“KKS itu tidak boleh dipegang siapa-siapa, tidak boleh diminta kecuali yang punya, dan isinya pun tidak boleh boleh disumbangkan lagi tanpa izin. Jika terjadi itu salah dan menyalahi aturan” tandasnya kepada haluanlampung.com

Baca Juga :  Uji Kesaktian Ko Ahan, Kasus Penembakan Perahu Nelayan 'Mengendap’

Soal penyelewengan tersebut, Ia mengungkapkan akan terus menindaklanjuti sampai ketemu titiknya. Karena sampai saat ini Dinas Sosial belum berhasil bertemu dengan Wiwik terduga melalukan penyelewengan tersebut.

“Kita akan coba dulu mendatangi keduanya kami akan meminta klarifikasinya terlebih dahulu. Namun sampai saat ini memang Wiwik sudah beberapa kali dipanggil tidak pernah ada respon,” tandasnya.

Ketika Dinas sosial melalui Staf Vivie dan Korda serta TKSK mendatangi Wiwik dikediamannya, Wiwik tidak ada dan orang tuanya mengatakan bahwa Wiwik sudah beberapa hari tidak pulang kerumahnya, orang tuanya memberikan informasi bahwa Wiwik ada din IDS.

Saat mendatangi CV IDS. Makmur, seorang Pria dan wanita yang mengaku pemilik CV IDS Makmur tidak mengindahkan justru bersikap arogan kepada Dinas Sosial dan wartawan.
“Kamu orang ngapain kesini, mau maling ya kamu orang Dateng kesini bondong-bondong, malu saya ini sama tetangga kalo ada urusannya sama wiwik ya sama mba Wiwik aja” katanya sambil teriak-teriak.

Baca Juga :  Ikhtiar Sembuhkan Pengidap Kanker, Apik Mandiri Salurkan Bantuan Bioglass MCI

Vivie mengatakan Dinas Sosial Kota Bandar Lampung akan menyurati Wiwik secara kedinasan untuk menindaklanjuti hal tersebut.

“Kami akan meneruskan permasalahan ini, kami akan Surati secara kedinasan. Soal warga yang dirugikan kami silahkan untuk melaporkan masalah ini kami siap membantu” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya Wiwik sudah meminta dan menahan Kartu milik Yustiawati selama 3 Tahun karena Yustiawati kerja diluar Bandar Lampung, Dan selama 3 Tahun itu Bantuan milik Yustiawati sudah digunakan dengan alasan disumbangkan. (Sela)

Tulis Komentar

News Feed