oleh

Proyek Pembangunan Sumur Bor senilai 0.8 M Tak Berfungsi, Warga Suka Jaya Lambar kecewa

Lampung Barat – Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat tak terkecuali bagi masyarakat Pekon Suka jaya Kecamatan Pagar Dewa kabupaten Lampung Barat (Lambar), yang mayoritas bekerja sebagai petani kopi dan tinggal di perbukitan dan jauh dari sumber mata air.

Namun harapan masyarakat setempat untuk menikmati air bersih layak pakai kembali musnah, setelah program pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) berupa sumur bor senilai 0,8 M lebih berasal dari Pemkab setempat tak pernah berfungsi.

Azwan salah satu warga Pekon Suka Jaya ketika dikonfirmasi dilokasi pada Kamis (29/10/2020) mengatakan, Pembangunan Sumur bor yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) tahun 2019 tersebut, mulai di kerjakan sejak 17 Juni 2019 lalu oleh pihak ke tiga yang ditunjuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sempat di uji coba beberapa bulan setelah pembangunan fisik rampung secara keseluruhan.

Baca Juga :  Dendi Harapkan Rivalnya Nasir-Naldi Dapat Bekerjasama Bangun Pesawaran

Namun, dari uji coba pertama pada akhir tahun 2019 lalu, Azwan dan warga lainnya harus menelan kekecewaan pasalnya air bersih yang mereka dambakan tidak keluar dari sumur bor yang diperkirakan memiliki kedalaman 90 meter itu.

“Sumur bor itu Dikerjakan sejak Juni tahun lalu mas, dan setelah semua fisik selesai sekitar akhir tahun mereka memulai uji coba, tapi airnya gak keluar, padahal kata mereka kedalamannya sampe 90 meter,” ungkap Azwan.

Masih kata Azwan, setelah dilakukan uji coba dan yang membuahkan hasil, pihak ketiga yang mempekerjakan tenaga dari Bandar Lampung itu, kembali melakukan pengeboran di enam titik, dan hingga saat ini belum berhasil.

Baca Juga :  Tinggal Sesalan !... Prokes Sempat Kendor, kini Lambar Zona Merah

Azwan yang merupakan pemilik Lahan yang telah dihibahkan untuk pembangunan sumur bor tersebut merasa kecewa, sebab dirinya merasa telah berupaya membantu kelancaran pembangunan tersebut salah satunya menghibahkan kembali tanah diluar kesepakatan awan yang diperkirakan memilki mata air yang memadai.

“Pengeboran sudah pindah beberapa kali mas, tapi hingga pengeboran ke enam belum ketemu mata air, bahkan untuk membantu kelancaran pekerjaan mereka saya merelakan tanah saya kembali dihibahkan setelah sebelumnya di sepakati hanya 5X5 meter persegi tapi hingga saat ini belum berhasil bahkan alat pengebornya saja masih menancap di lokasi,” terang Azwan

Azwan berharap, pihak terkait segera melakukan upaya kembali untuk melakukan pengeboran kembali sampai mendapatkan sumber mata air yang sudah lama didambakan.

Baca Juga :  Dugaan Mal Praktek, Klink Alhafa Medika Kota Agung Salah Transfusi Darah ke Pasien

“Saya berharap dinas PU segera melakukan upaya kembali untuk mewujudkan harapan kami, dan kalo ada tempat yang di perkirakan memiliki mata air banyak, gak apa2 dibor lagi,” Harap Azwan. (Rifai)

Tulis Komentar

News Feed