oleh

Meski Tak Pernah Berfungsi, Proyek PAMSIMAS DPUPR Lambar 2019 Lolos PHO, Kok Bisa?

Lampung Barat – Di balik gencarnya Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengucurkan dana hingga Lima Milyar lebih untuk memenuhi kebutuhan Air bersih bagi Warganya, ada kejadian yang diduga sebagai pelanggaran dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lambar.

Pasalnya PPK Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Lambar telah melakukan proses serah terima pekerjaan, atau Provisional Hand Over (PHO) proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2019, senilai 0,8 Milyar lebih berupa sumur bor dipekon Suka Jaya, meski belum perna berfungsi menurut masyarakat calon penerima manfaat .

Hal tersebut terungkap setelah ada keluhan warga Pekon Suka Jaya kecamatan Pagar Dewa Kabupaten setempat, yang mengharapkan adanya fasilitas air bersih berupa sumur bor, namun sejak dibangun diatas lahan hibah dari warga mulai Juli 2019 lalu , Sumur bor yang mereka dambakan hingga hampir penghujung tahun 2020 ini belum pernah berfungsi, sehingga belum bisa dimanfaatkan warga.

Baca Juga :  Sebanyak 205 UMKM di Lambar Ajukan BPUM

Sementara itu PPK Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Lambar Hermanto mengaku, pihaknya memang telah melakukan serah terima pekerjaan dengan pihak rekanan sebagai pelaksana dalam pembangunan sumur bor tersebut, yang tertuang dalam berita acara serah terima pekerjaan dengan nomor : 600/17b/BASTP/III/03/IV/2019.

Menurutnya, hal itu dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari rekanan yang telah menyelesaikan pekerjaan berdasarkan Berita Acara pemeriksaan barang/pekerjaan nomor:600/101/PAN/III/03/IV/2019, pada 10 Desember 2019 lalu, yang menyatakan bahwa pengerjaan proyek tersebut telah selesai 100%.

“Itu memang sudah kita lakukan serah terima pekerjaan dengan kontraktor, itu dilakukan setelah kami melakukan pengecekan dilapangkan, dan kami nyatakan layak untuk di proses Provisional Hand Over (PHO) kan karna itu sudah selesai 100%,” ungkap Hermanto.

Baca Juga :  Panen, Petani Wortel Lambar Merugi

Saat ditanya terkait keluhan warga yang mengatakan bahwa sumur bor itu belum pernah berfungsi semenjak di kerjakan hingga saat ini, ada ketidak singkronan antara jawaban Hermanto dan stafnya yang merupakan Pembantu PPK Budi Santoso.

Terkait alasan mengapa sumur itu belum mengalir, Hermanto mengatakan itu di sebabkan ada kesalahan dalam pengeboran, sementara hal lain dikatakan Budi Santoso, bahwa itu terjadi karna tegangan listrik pada lokasi tersebut, yang merupakan tanggung jawab pihak Pekon, tegangannya terlalu kecil sehingga tidak mampu menghidupkan mesin penyedot Air bersih itu.

“Kami memang mendapat laporan dari warga sekitar, setelah berjalan beberapa bulan ada kendala mungkin pada pengeboran, tapi kami sudah koordinasi dengan pihak pemborong agar segera di perbaiki,” kata Hermanto.

Baca Juga :  Persalinan di Fasilitas Kesehatan Dinkes Kabupaten Lampung Barat 2021

Mengenai pengelolaan dan perawatan, Hermanto mengaku, pihaknya juga telah melakukan serah terima kepada pihak Pekon Suka Jaya melalui Peratin setempat dan teleh membuat Surat berita Acara serah terima barang dari Pihak Dinas PUPR dengan pihak Pekon.

“Untuk pengelolaan kan kita sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Pekon melalui Pratin untuk selanjutnya dialirkan kerumah-rumah warga setempat, ada berita acaranya juga, tapi saat ini belum bisa kami tunjukkan karna sedang ada di pihak tim Badsn Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk keperluan pemeriksasn,” pungkas Hermanto. (Rifai)

Tulis Komentar

News Feed