oleh

Minim Pemahaman, Pengawasan Keuangan Desa belum Seragam

-DAERAH, MESUJI-30 views

MESUJI – Keterbatasan auditor dalam memahami penatausahaan keuangan desa menyebabkan belum adanya keseragaman pengawasan atas keuangan desa oleh Inspektorat Kabupaten.

Demikian disampaikan Imam Fatkuroji, Trainer Direktorat Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawasan Hukum dan Produk Hulum Desa yang dihelat di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung, Selasa (3/11).

Akibat kondisi ini, kata Imam, pengawasan oleh Inspektorat masih bersifat parsial dan hanya fokus pada penggunaan sumber pendapatan tertentu.

“Belum secara menyeluruh sebagai satu kesatuan penganggaran desa,” kata Iman.

Ditambahkanya, pengawasan yang dilakukan Inspektorat juga lebih banyak diarahkan pada kegiatan yang berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintahan Kabupaten dan aspek Pemerintahan Desa.

Baca Juga :  Pemkab Tubaba Keluarkan SE Dalam Upaya Pencegahan Serta Pengendalian Covid-19

“Karenanya pengawasan belum bisa menilai tingkat pengelolaan keuangan secara menyeluruh baik dari tingkat perencanaan maupun pelaksanaan,” jelas Imam.

Kegiatan yang digagas Asisosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Mesuji bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Negara (LPPAN) ini direncanakan selama tiga hari mulai 2 hingga 4 Nopember 2020 dan dihadiri 105 Kepala Desa dan Sekdes se Kabupaten Mesuji.

Ketua Apdesi Kabupaten Mesuji, Yusuf Arrasuli, menyebut, kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kapasitas Pemerintahan Desa terkait regulasi dan tata kelola kuangan desa.

“Terutama terkait transparansi dan akuntabilitas,” ucapnya. (Rado/JJ).

Tulis Komentar

News Feed