oleh

Bantuan KKS Bandarlampung ‘Kusut’ Dinsos Buang Badan

-HEADLINE, KOTA-76 views

BANDARLAMPUNG – Carut marut penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Pemerintah Kota Bandarlampung, mulai terbongkar.

Salah satunya adanya laporan masyarakat penerimaan bantuan KKS melaporkan oknum pendamping Pekerja Sosial Masyarakat yang diduga menyelewengkan bantuan KKS selama tiga tahun ke Polresta Bandarlampung, Rabu (4/11). uniknya, Dinas Sosial Bandarlampung terkesan buang badan.

Diketahui, surat undangan yang dilayangkan oleh Dinas Sosial kepada oknum Dwi Mofli Apriani alias Wiwik terkait penyelewengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) selama 3 tahun, milik Yustiawati Warga Gedong Air Kecamatan Tanjung Karang Barat, tidak diindahkan, sedangkan Wiwik mangkir dan menghilangkan tanpa ada keterangan yang jelas.

Terkait hal itu, Kabag Jaminan Sosial Dinsos Bandarlampung Santoso mengaku jika oknum terlapor tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan masalah KKS.

Baca Juga :  Distribusi Vaksin Covid-19 Tunggu Ijin EUA dari BPOM

“Kami sudah mengirimkan surat undangan ternyata tidak datang, selanjutnya kami serahkan bagaimana keputusan dari si korban yang dirugikan mau membuat langkah apa,” tandasnya, Rabu (4/11).
Ditegaskan Santoso, jika pihakya melarang tindakan penyalahgunakan KKS milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan alasan apapun.

“KKS tidak bisa diwakilkan, KKS harus dipegang oleh si KPM, tidak boleh dipinjamkan diserahkan kepada sisapapun termasuk pendamping apalagi PSM, Pendampingpun tidak berhak meminta atau mengambil KKS tersebut,” ungkapnya.

Sementara, Yustiawati merasa dirugikan akibat ulah yang dilakukan oknum Wiwik sebagai Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) itu, akhirnya melaporkan perkara tersebut ke Polresta Bandar Lampung dengan di dampingi pamannya dan Tim Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI)

Baca Juga :  Yusril: Terbukti Walikota Bandarlampung dan Jajaran melakukan Pelanggaran TSM

“Saya merasa dirugikan selama 3 tahun ini akibat Ulahnya, akhirnya saya melaporkan Wiwik karena sampai sekarang Ia tidak menunjukkan itikad baik” ujarnya.

Yustiawati menjelaskan, bahwa sebelumnya Wiwik sudah menemuinya, berjanji akan bertanggung jawab karena telah menggelapkan kartu milik Yustiawati, namun sampai saat ini Wiwik tidak menunjukkan itikad baik. Padahal pihak-pihak terkait sudah ikut membantu seperti Dinas Sosial, Babinsa, Camat dan Lurah serta RT Namun permasalahan ini Belum juga terselesaikan.

” Mudah-mudahan ini bisa memberi efek jera kepada ibu wiwik, serta agar tidak ada korban-korban selanjutnya,” harapnya.

Diketahui sebelumnya, Wiwik telah meminta KKS milik Yustiawati sejak 2017 dengan alasan Yustiawati sudah pindah tempat tinggal dan KKS tersebut akan dikembalikan ke BRI melalui Dinas Sosial.

Baca Juga :  Menag: Ceramah Syekh Ali Jaber Teduh

Namun terkuak ternyata KKS milik Yustiawati tersebut diduga disalahgunakan, KKS milik Yustiawati selama ini masih berfungsi dan masih mendapat bantuan dari pemerintah.

Sementara Polresta Bandarlampung masih melakukan penyelidikan terkait laporan dugaan penyelewengan bantuan KKS. Saat ini berkas laporan sudah diterima penyidik, namun belum ditandatangani Kasat Reskrim. (Sela/Adien/JJ)

Tulis Komentar

News Feed