oleh

Pandemi Corona dan Lumpuhnya Transportasi Dunia

-NASIONAL-19 views

Haluanlampung.com – Sejak merebaknya virus corona dari China awal Februari 2020 tepatnya di Kota Wuhan kemudian menjalar dengan cepat di seluruh dunia, kontan membuat ratusan maskapai penerbangan internasional “nyungsep” alias tengkurap tak berdaya, berimplikasi pada kehilangan jutaan penumpangnyanya, termasuk di Indonesia.

Hantu Covid-19 yang sangat mematikan ini, dalam waktu sekejap telah membunuh manusia sebanyak dua juta manusia lebih diberbagai negara Eropa, Asia, Afrika dan benua Amerika. Negara -negara yang paling banyak menderita antara lain China sebagai negara sumber malapetaka virus mematikan itu.

Kemudian menjalar dengan cepat ke Eropa antara lain Italia, Spanyol, Perancis, Jerman, Inggris, Russia dan lain-lain. Justru yang paling parah menderita dan memakan banyak nyawa manusia adalah Italia, Perancis. Jerman dan Inggris. Virus bergambar mirip ranjau laut atau “Sea Mine ” ini dengan cepat sekali menjalar ke negara-negara Asia, Asia Tenggara melintasi Samodera Pasifik (Passific Ring) terus masuk ke negara-negara benua Amerika.

Yang paling parah menderita pagebluk atau wabah corona ini adalah AS, Mexico, Equador dan Brazil. Hingga sekarang wabah di AS telah menelan nyawa warga AS 1,1 juta jiwa. Apalagi cepatnya penyebaran wabah covied dipicu demo dan unjuk rasa anti rasial akibat gugurnya seorang warga kulit hitam Floyd Patterson yang dianiaya seorang oknum Polisi kulit putih. Demo-demo tersebut tidak tanggung-tanggung dilakukan serentak di 36 kota-kota seluruh AS di 50 negara bagian.

Baca Juga :  Calkot Kotamadya Ambon FALKY PARERA Bersilahturahmi Dengan Keluarga Besar Kec. Baguala Kotamadya Ambon

Kenapa penyebaran covied-19 begitu cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia, cara penularannya adalah melalui transportasi udara dan penumpang kapal pesiar atau wisatawan. Virus mematikan ini berkembang cepat mirip amuba yang beranak pinak berbiak cepat sekali. Begitu memasuki tubuh manusia langsung berproses denga penyakit bawaan penderita. Misalnya manusia itu sudah menderita penyakit bawaan, seperti diabet, asma, jantung, lever, darah tinggi dan lain-lain, langsung terkontaminasi dengan virus impor tersebut.

Bagi manusia yang kuat, imun dan kebal, maka loloslah dia dari penyakit covid. Namun bagi yang lemah, rentan, sakit-sakitan tinggal menunggu waktu dipanggil Tuhan YME . Justru yang paling menderita dan terkena penyakit corona ini dan menjadi korban tewas adalah manusia-manusia yang berada pada level usia diatas 50 an. Kecuali korban dibawah 50an karena memiliki penyakit bawaan. Anehnya para remaja, usia produktif dan balita yang sudah di imunisasi lolos dari maut meskipun ada kasus-kasus tertentu meninggal karena ada riwayat penyakit bawaan.

Baca Juga :  XL Axiata Raih Penghargaan Marketeers Youth Choice Brand of The Year 2020

Pandemi corona ini kapan berakhir tidak ada yang tau, bahkan kalangan Kedokteran sendiri, pejabat publik kesehatan negara-negara dunia termasuk WHO tidak berani meramal sekian bulan lagi atau sekian tahun. Justru mereka malah bilang berbaik-baiklah hidup bersama corona, berteman dengan covid, berpacaran dengan covid dan bercumbu rayu dengan covid, sehingga manusia menjadi kebal, lama-lama covid lenyap sendiri seperti penyakit flu burung, influenza, cacar dan lain-lain.

Namun imbas dari penyakit menular ini, 24 juta buruh seluruh dunia, menurut catatan ILO kehilangan pekerjaan, terutama di sektor transportasi udara, darat, laut, pariwisata, jasa, infrastruktur. Di Indonesia saja sebanyak 1,5 juta buruh di PHK termasuk di Garuda 6000 karyawan dirumahkan, begitu juga maskapai penerbangan swasta mencapai 600 ribu orang lebih.

Baca Juga :  Empat Fokus Kebijakan Pemerintah dalam APBN 2021

Kemudian sektor tansportasi darat seperti perusahaan Otobus, travel merumahkan karyawannya yakni sopir, kernet, mekanik dan lain-lain. Sedangkan angkutan laut hanya kapal pelni saja yang tidak menganggkut penumpang, namun angkutan barang tetap eksis yang ditunjang angkutan sembako dan komoditas lainnya. Untuk KA hanya KA penumpang tidak operasional dan operasional sangat terbatas untuk rute-rute tertentu. Namun angkutan barang tetap lancar seperti logistik dan komoditas pertambangan, BBM dan lain-lain.

Dampak Covid 19 berimbas pada anjloknya angka pertumbuhan ekonomi hingga minus persen. Hancurnya perdagangan dan bisnis jasa domestik hingga menurunnyan kualitas hidup akibat dampak perekonomian menimpa kalangan kelas bawah hingga menengah. Apalagi terhentinya aktivitas kegiatan belajar mengajar dan libur panjang anak sekolah dan mahasiswa berakibat pada merosotnya kualitas pendidikan yang merosot tajam, semula tatap muka menjadi daring. (Ilham Djamhari)

Tulis Komentar

News Feed