oleh

Arogan..!! Herman HN Ancam Wartawan

-HEADLINE, KOTA-100 views

BANDARLAMPUNG – Arogansi kepala daerah terhadap wartawan kembali terjadi. Walikota Bandarlampung Herman HN, mengamuk dan mengancam akan memecahkan kepala wartawan, saat akan diwawancara.

Kejadian bermula saat beberapa wartawan mewawancarai Herman HN usai sidang paripurna di DPRD Kota Bandarlampung, Senin (9/11).

Awalnya Herman HN menjawab satu persatu pertanyaan wartawan dengan lancar. Hingga akhirnya, Dedi wartawan Lampung Televisi (Tv) mengajukan pertanyaan menohok.

Dedi mempertanyakan sikap Herman HN yang terkesan membela Kepala Bappeda Khaidarmansyah yang ikut mensosialisasikan calon walikota nomor urut 03.

Padahal seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang terlibat dalam politik. Dedi menganggap, keterangan Khaidar saat diperiksa Bawaslu berbeda dengan keterangan saat dipanggil hearing di DPRD Bandarlampung.

Baca Juga :  Sekdaprov Lampung Hadiri Rakor Forsesdasi

Menanggapi pertanyaan itu, Herman HN mengaku jika hal itu tidak perlu dipersoalkan lagi karena Khaidar sudah dipanggil dan periksa Bawaslu dan Inspektorat.

“Ya beliau sudah dipanggil inspektorat ya itulah jawabannya, kamu jangan ngaco-ngaco lah, Lampung TV saya tau kamu jangan ngaco-ngaco berita yang benar,” katanya.

Tak puas dengan jawaban itu, Dedi kembali bertanya. Apakah karena kepala Bappeda mendukung Eva Dwiana sehingga Herman HN tidak memberi sanksi?

“Kamu jangan ngaco dengar gak, Inspektorat sudah meriksa Bawaslu sudah meriksa. Jangan ngaco. Jangan ngaco kamu. Kamu sangka saya takut sama kamu, seenak- enaknya. Beritain lah kalau gak pecahin pala kamu, kamu belum tau saya ya. Anak setan,” kata Herman HN.

Baca Juga :  Pemkot akan Panggil Pengembang Citraland

Terkait arogansi Herman HN, Ketua DPP Asosiasi Wartawan Indonesia (AWPI) Hengki Ahmad Jazuli mengutuk keras tindakan pengancaman terhadap wartawan.

Menurut Hengki, profesi wartawan dilindungi undang-undang.

“Wartawan dilindungi undang-undang. Jika ada tindakan intimidasi atau ancaman dalam menjalan tugas laporkan ke aparat hukum. AWPI mengutuk keras,” tegas Hengki.

Sementara, Aktivis Hukum Febri Indra Kurniawan,SH secara tegas menyatakan jika tindakan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum.

“Segera laporkan, terlebih ancaman itu terhadap profesi saat menjalankan tugas,” ungkap Indra.
Dipaparkan Indra, tindakan Herman HN terancam pidana KUHP pasal 335 Ayat I.

“Jika seseorang secara melawan hak memaksa orang lain untuk melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan ancaman kekerasan, dapat dikenakan Pasal 335 ayat (1) KUHP,” tandasnya. (JJ)

Tulis Komentar

News Feed