oleh

Disepakati, Regulasi Tata Niaga Singkong Waykanan

WAYKANAN – Sekretaris Daerah Kabupaten Waykanan Saipul, S.Sos.,M.IP bersama Komisi II DPRD Way Kanan Aburizal Setiawan, S.H, Kanit III Sat Intelkam Polres Way Kanan Bripka. Feby Ariespranto dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Selan, S.Sos.,M.M memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Pembahasan Permasalahan Singkong di Kabupaten Way Kanan, Rabu (11/11/2020).

Turut hadir pula pada rapat tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Kussarwono, M.T, Kepala dan unsur Dinas Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Bagian Hukum dan Bagian Adm Perekonomian Setdakab, Pimpinan Perusahaan Singkong dan Aliansi Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) Kabupaten Way Kanan.

Rapat membahas mengenai Kesepakatan Bersama Perwakilan Petani Singkong Way Kanan yang diwakili oleh Aliansi PPRL Way Kanan dengan perusahaan singkong di Waykanan yang diwakili oleh Pimpinan CV. Gajahmada Internusa.
Rapat menyepakati bahwa pihak pabrik berupaya menyesuaikan kenaikan harga singkong sesuai harga pasar.

Baca Juga :  Zona Merah, Lambar Catatkan 29 Kasus Baru

Pihak perusahaan tidak akan melakukan permainan harga baik pada hari-hari besar tertentu maupun pada musim-musim tertentu, namun untuk mengurangi penumpukan barang guna menghindari over kapasitas pada kemampuan produksi perusahaan atau kemapuan jual sagu yang menurun, maka perusahaan menggunakan strategi pembatasan pembelilan singkong.

Kesepakatan lainnya adalah perusahaan akan menimbang saat singkong masih berada di kendaraan, dengan menampilkan hasil timbang yang bisa dilihat secara langsung oleh petani atau pemilik singkong dan supir dan atau ada dokumentasi secara digital yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selanjutnya dalam upaya pelayanan prima serta memelihara kepercayaan masyarakat, perusahaan akan melakukan tera/tera ulang terhadap alat timbang secara berkala minimal 1tahun sekali.

Baca Juga :  Gerebek Judi Sabung Ayam, Polisi Amankan 2 Ayam Jago

Terkait potongan/refaksi akan disesuaikan dengan kadar aci berdasarkan hasil alat ukur tes kadar aci terstandar dengan rincian apabila kadar aci 10% sampai dengan 11% maka potongan/refaksi sebesar 30%, untuk kadar singkong 12% sampai 13% besar refaksi 25%, untuk kadar aci 14% sampai 15% besar refaksi 21%, selanjutnya untuk kadar aci 16% sampai 18% besar refaksi 18%, untuk kadar aci 19% sampai 21% besar refaksi 17%, untuk kadar aci 22% sampai 24% besar refaksi 14%, untuk kadar aci 25% sampai 27% besar refaksi 12% dan untuk kadar aci 28% sampai 30% besar refaksi 10%.

Dengan catatan singkong yang diterima dalam keadaan kering, bersih tanpa tanah dan tanpa bonggol. Untuk proses pengukuran kadar aci sendiri memerlukan waktu ± 10 menit dan akan dilakukan secara transparan dengan mengajak petani penjual/supir yang dipercayakan pada proses tester, sehingga dapat secara langsung mengetahui persentase kadar aci dari singkong yang mereka jual ke Pabrik pada saat itu juga. Sementara utuk alat tester kadar aci yang digunakan Pabrik, telah dipastikan keakuratannya, dari akan dilakukan tera ulang secara berkala minimal 1 Tahun sekali.

Baca Juga :  Bupati Saply Membuka Acara Penyuluhan Hukum Narkotika

Perusahaan juga tidak membebani biaya uang satpam buka portal, biaya tempat penumpukan singkong dan biaya insentif supir. Terkecuali biaya upah penurunan/bongkar singkong sebesar Rp 7/kg dan biaya ampera mobil kecil sebesar Rp12.000 dan mobil besar sebesar Rp 25.000. (Yoni)

Tulis Komentar

News Feed