oleh

Jaksa Diminta Dalami Aliran Dana BOK Lampura

Bandarlampung – Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bumi, Lampung Utara (Lampura), diminta serius untuk mendalami keterlibatan pihak lain yang menerima aliran dana pemotongan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampura tahun 2017-2018.
Terlebih dalam fakta persidangan, sudah terbuka sejumlah nama yang disebutkan terdakwa Maya Metissa, bahwa dari 10 persen pemotongan dana BOK tersebut, ada aliran dana sebesar 4 persen dan 2 persen ke dua orang. Yakni mantan Kabid Kebendaharaan Yustian Adinata dan Tim Koordinator BOK Lampura, Daning.

Majelis Hakim yang dipimpin Siti Insirah, memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) memanggil kedua orang tersebut untuk dihadirkan kembali di persidangan. Pasalnya, hakim ingin mengkonfrontir keterangan keduanya, termasuk mantan Bendahara Pengeluaran Dinkes Lampura, Novrida Nunyai

Menurut Akademisi Hukum Universitas Lampung (Unila), Edi Rifai, hakim dinilai punya kewenangan pressing agar jaksa lebih agresif menyambut keterangan terdakwa. Nyanyian terdakwa Maya di dalam persidangan, kata Edi, bisa menjadi rujukan jaksa untuk membuka penyelidikan atau penyidikan baru dalam kasus tersebut. Sementara pengacara terdakwa tetap mengawal demi rasa keadilan.

Baca Juga :  73 CPNS Waykanan Terima SK

Jaksa harus mendalami nyanyian terdakwa soal adanya pihak lain yang turut juga menikmati aliran dana tersebut, jadi bukan pengacara terdakwa yang mencari buktinya.

“Hakim yang punya otoritas penuh di persidangan, bisa menggunakan kewenangannya untuk kepentingan penegakan hukum,” kata Edi Rifai, menanggapi adanya nyanyian terdakwa Maya di persidangan, Rabu (11/11/2020).

Menurut Edi Rifai, hakim bisa meminta jaksa untuk mendalami keterangan terdakwa karena jelas disampaikan di bawah sumpah.

“Apalagi terdakwa sudah membeberkan secara terbuka kemana saja uang itu. Nah, hal itu (aliran dana) sudah menjadi fakta yang harus didalami,” jelas Edi.

Ditegaskan Edi, bahwa dalam perkara tindak pidana korupsi, sangat tidak mungkin dilakukan oleh satu orang, melainkan berjemaah.

Baca Juga :  DPRD Metro Gelar Rapat Paripurna Sumpah Janji PAW

“Jadi, itu sudah tugasnya jaksa untuk mendalami keterangan terdakwa. Jaksa harus mencari bukti lain, selain keterangan satu orang saksi yaitu terdakwa. Memang kalau untuk satu orang saksi itu belum bisa, harus minimal dua saksi. Tapi jaksa bisa mencari bukti lain,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Bumi, Aditia, mengaku bisa saja mendalami keterangan terdakwa Maya. Namun, kata dia, pihaknya harus mencari bukti lain untuk menjerat pihak lain yang menerima aliran dana tersebut.

“Keterangan dia saja (Maya) itu cuma 1 bukti. Tapi kalau ada bukti lain, kita akan dalami lagi ” singkatnya.
Sebagaimana diketahui, terdakwa Maya Metissa pada persidangan yang berlangsung secara online di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin (9/11/2020) lalu, menyebutkan bahwa dari 10 persen pemotongan dana BOK tersebut, dirinya mengaku hanya menikmati 4 persen, sedangkan 4 persennya lagi ke Yustian dan 2 persen ke Daning. (Red/Adien)

Baca Juga :  Anggota DPRD Lambar Geram, Banyak PJU Mati

 

Tulis Komentar

News Feed