oleh

Achmad Chrisna Putra Pimpin Apel Siaga Bencana di Halaman Polres Lambar

Pesisir Barat – Pjs. Bupati Pesisir Barat Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana di halaman Polres Lampung Barat, pada Selasa (17/11/20).

Apel gelar pasukan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana di wilayah hukum Polres Lampung Barat, dipimpin langsung oleh Pjs. Bupati Pesisir Barat Ir. Achmad Chrisna Putra, MEP dengan Komandan Upacara Rudi Prawira.

Turut hadir para peserta upacara dari unsur Forkopimda, Pol. PP, para petugas pemadam kebakaran, BPBD serta para petugas kesehatan.

Dalam pidato sambutannya, Pjs. Bupati menyampaikan bahwa apel ini dilaksanakan dalam rangka pengecekan kesiapan personil dan kelengkapan sarana dan prasarana Polri beserta unsur terkait.

Hal tersebut dimaksudkan agar para petugas yang terkait sebelum melaksanakan tugas di lapangan, bisa mengantisipasi terjadinya bencana alam di wilayah Kabupaten Lampung Barat – Pesisir Barat.

Baca Juga :  ODGJ Dimandikan dan Dikasih Makan, Cuma Ada di Lampung Barat

Wilayah kita adalah salah satu daerah yang rawan terjadinya bencana alam. Dengan dilaksanakannya apel kesiapan ini, diharapkan mampu meningkatkan sinergi dalam mengidentifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan terhadap bencana yang kemungkinan terjadi.

Sehingga dapat mengurangi atau meminimalisir  tingkat resiko suatu bencana yang kemungkinan terjadi, tegas Pjs. Bupati Pesibar.

Pjs. Bupati juga mengajak kepada semua yang hadir dalam apel agar bersama-sama saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk saling meningkatkan kapasitas kita dalam meningkatkan kesiapsiagaan. Khususnya dalam menjawab tantangan ancaman bencana alam yang diprediksi akan terjadi di wilayah kita yang kita cintai, tegas Pjs. Bupati lagi.

Ancaman yang semakin meninggi mengenai bencana ini harus kita hadapi dengan pengelolaan penanganan bencana secara lebih baik.

Baca Juga :  ODGJ Dimandikan dan Dikasih Makan, Cuma Ada di Lampung Barat

Pengelolaan yang baik artinya kita harus memahami ancaman, memahami kekuatan kapasitas kita, kemampuan untuk memahami risiko dan mampu menetapkan prioritas penanganan untuk mengurangi risiko, tambah Achmad Chrisna.

Faktor kunci lainnya adalah peningkatan kesiapsiagaan, artinya kemampuan untuk mengatisipasi ancaman, mampu melawan pada saat kejadian bencana dan mampu bangkit atau cepat pulih dari dampak bencana, tutupnya. (*)

Tulis Komentar

News Feed