oleh

Polda-Kejati Antensi Perkara Dugaan Penipuan Fee Proyek Menyeret Wabup Pringsewu

Bandarlampung – Gerakan aksi damai puluhan massa yang mengatasnama LSM Gerakan Pemuda Lampung (GPL) menggelar aksi mempertanyakan proses hukum kasus penipuan fee proyek infrastruktur miliaran yang menyeret nama Wakil Bupati Pringsewu DR Fauzi, disambut baik pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan Polda Lampung dan siap memberikan atensi penuh perkara tersebut, Rabu (18/11).

Puluhan massa LSM GPL memulai orasi di Tugu Gajah, dalam menyoroti keterlibatan Wakil Bupati Pringsewu DR Fauzi, dalam kasus penipuan fee proyek infrastruktur miliaran yang dilaporkan pihak Ajarudin (54) warga Pekon Wates Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, diketahui surat laporan perkara nomor: LP/B-795/VII/2019/LPG/RES TGMS tanggal 11 Juni 2019, selanjutnya puluhan massa disambut baik pihak Kejati Lampung, dan polda Lampung.

Koordinator LSM GPL, Iqbal Sabanu menjelaskan, kedatang puluhan massa mendapati tanggapan dari pihak Kejati Lampung, terkait laporan dugaan penipuan fee proyek infrastruktur miliaran yang menyeret nama Wakil Bupati Pringsewu DR Fauzi.

”Sajauh ini Kejati sudah menerima surat dimulainya penyidikan (SPDP) dari Polda Lampung,
Kejati nantinya akan memberi atensi penuh untuk perkara penipuan proyek tersebut,” kata Iqbal mengaminkan pernyataan pihak kejati.

Iqbal menyatakan, bukan hanya itu, pihaknya juga menyambangi Polda Lampung, dan diterima langsung wakil Ditkrimum Polda Lampung AKBP Ardian Dwiayana menjelaskan sajauh ini pihaknya siap transparan dengan profesional sesuai dengan etika profesi secara hukum berlaku.”Kedatangan kami diterima pak Wadir Ditkrimum Polda Lampung AKBP Ardian yang juga menjelaskan perkara sudah sampai pada tahap penyelidikan terkahir,” Katanya.

Baca Juga :  OTT Menteri KKP, DPR Desak Setop Ekspor Benih Lobster

Iqbal juga sempat mempertanyakan terkait rilis media tentang keterangan Hasan Fauzi selaku ASN di wilayah Pringsewu yg menyatakan bahwa beliau pernah dimintai tolong oleh Wabub Pringsewu untuk menyelesaikan persoalannya kepada pihak Pelapor Ajjrudin yang ada indikasi atau patut dicurigai adanya terlibat kasus penipuan fee proyek.

”Dalam pertemuan itu Wadir Ditkrimum juga berjanji akan memanggil Wabug Pringsewu terkait keterangan sejumlah saksi-saksi yang menyebutkan adanya keterlibatan Wabup pringsewu Dr Fauzi,” ungkapnya.

Selain itu diketahui pelapor Ajarudin (54) warga Pekon Wates Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu mengakui sempat dihubungi orang kepercayaan Wabup Pringsewu untuk diminta menghentikan persoalan tersebut.

Adjruidn juga mengakui tidak pernah melaporkan Fauzi Wakil Bupati Pringsewu kaitan kasus ini, yang dia laporkan dan tuntut adalah Bambang.

“Saya tidak pernah melaporkan Wakil Bupati, yang saya laporkan Bambang, terkait seret nama Wakil Bupati mungkin ada keterangan orang lain yang membuka kepada penyidik,” terangnya.

Diketahui Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung masih mendalami kasus penipuan fee proyek infrastruktur miliaran yang menyeret nama Wakil Bupati Pringsewu DR Fauzi, setidaknya sudah lima saksi yang mengatahui kasus penipuan tersebut.

Kelima saksi yang sudah diperiksa yakni Andreas Andoyo (Dosen), Ahmad Muslimin (Swasta), Tumiyono (Swasta), Fasmanto (swasta), Erik Satria (Polri), Hasan Fauzi (pns). lima orang saksi menjalani pemeriksaan secara meraton dipimpin penyidik AKBP Heru Irianto dan Aiptu J Siregar di ruang Ditkrimum Polda Lampung.

Baca Juga :  Ricuh Akibat Saling Klaim Lahan Sawit, Satu Warga Tertembak Hingga Tewas

“Ya perkaranya sudah dalam tahap penyidikan. Hingga kini kita sudah memeriksa sejumlah saksi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum pada Polda Lampung Kombes Pol Muslimin Ahmad.

Dalam kasus penipuan fee proyek, pelapor Ajrudin mengalami kerugian uang tunai Rp750 juta, dan satu unit mobil Toyota Alphard Vellfere B-2904-SBR. surat laporan perkara nomor: LP/B-795/VII/2019/LPG/RES TGMS tanggal 11 Juni 2019.

Perjalan kasus tersebut cukup panjang Ditreskrimum Polda Lampung melakukan gelar perkara pada tanggal 24 September 2020 lalu, sehingga kasus kemudian ditingkatkan kepenyidikan. Direskrimum Polda Lampung Kombes.Pol Muslimin Akhmad menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh penyidik dan sudah di dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung tertanggal 12 Oktober 2020.
Dalam bukti laporan polisi pelapor menyebutkan Bambang atas nama Wakil Bupati Pringsewu, menjanjikan proyek insfrastruktur di wilayah Kabupaten Pringsewu senilai Rp4 miliar, Pelapor percaya karena Bambang diketahui menjadi orang dekat atau anak buah Wakil Bupati Pringsewu, bahkan Bambang beralamat tinggal dirumah kediaman Wakil Bupati Pringsewu, Bambang meminta sejumlah uang dan diberi uang Cast Rp.300 juta berikut satu unit mobil merek Toyota Alfath VELLFIRE 2.4 AT Tahun 2008 wama Hitam B-2904-SBR.

Kepada Ajarudin, Bambang berdalih bahwa yang memintanya adalah Wakil Bupati Pringsewu. Pada Kamis tanggal 06 Juni 2018 sekira jam 16.00, Ajarudin menyerahkan uang sebesar Rp300 juta dan satu unit. mobil Toyota VELLFIRE 2.4 AT Tahun 2008 kepada Bambang, yang saat itu Bambang dikenal sebagai pegawai honorer bagian rumah tangga Wakil Bupati Pringsewu, bahkan Bambang menurut data KTPnya beralamat dirumah wakil bupati dikelurahan Pringsewu Barat.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Pelaku Penembakan Petani Sawit di Mesuji

Namun hingga saat ini Proyek Insfraktruktur Jalan senilai Rp.4 miliar yang dijanjikan Bambang itu tidak ada, merasa tertipu, korban kemudian melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan, ke Polres Tanggamus tanggal 11 Juni 2020, dengan nomor: LP/B-795/VII/2019/LPG/RES TGMS tanggal 11 Juni 2019. Dari Polres Tanggamus perkara itu di limpahkan ke Polres Pringsewu, dan satu bulan kemudian oleh Polres Pringsewu dilimpahkan ke Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung.

Diketahui Bambang Urip Tri Martono, selama ini meruapakan orang deket dan kepercayaan Wakil Bupati Pringsewu, bahkan menjadi honorer sebagai tenaga kontrak petugas kebersihan dirumah kediaman wakil bupati pringsewu, bahkan diketahui juga Bambang KTPnya juga beralamat dipringsewu barat dirumah kediaman wakil bupati juga, namun hingga berita ini diturunkan Bambang tidak bisa dikonfirmasi.

Ahmad Muslimin di periksa sebagai saksi di tanya kenal tidak dengan pelapor dan terlapor serta sama wakil bupati, serta di tanya sejauh mana mengetahui tentang kasus itu dan saya selalu Kooperatif, siap untuk di minta keterangan dan sudah dua kali di panggil, kata ahmad muslimin. (Red/adien)

Tulis Komentar

News Feed