oleh

Menteri KKP Edhy Prabowo Terjaring OTT KPK

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, Rabu (25/11) malam terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) usai pulang dari Amerika.

Dari informasi yang himpun, istri Menteri Eddy juga turut diamankan, bersamaan dengan 13 anggota rombongan namu beberapa orang dilepas kembali.

Terkait penangkapan itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan penangkapan kejaduan itu.

“Iya betul ditangkap,” kata Ghufron, seperti dilansir detikcom, Rabu (25/11).

Meski demikian, Ghufron hingga kini belum menjelaskan secara detail kejadian itu.

Rombongan Menteri Edhy saat ini sudah dibawa ke gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan. Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, terlihat masih berada di KPK saat tim membawa Menteri Edhy dan rombongan.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 Masih Menunggu Arahan Pemprov

Diketahui, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan turut menjadi Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) dalam penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

“Salah satu Kasatgas tersebut benar Novel Baswedan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/11).

Ali mengatakan kegiatan tersebut dilakukan oleh tim KPK atas penugasan resmi dengan menurunkan tiga Kasatgas.

“Baik penyelidikan dan penyidikan termasuk juga dari JPU (Jaksa Penuntut Umum) yang ikut dalam kegiatan dimaksud,” ujar Ali.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan penangkapan Edhy terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor baby lobster.

“Yang bersangkutan diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin ekspor baby lobster,” ucap Firli.

Baca Juga :  Berawal Hibah dari Pemilik Tanah Hi. M Djamsari pada 1960

Firli mengatakan Edhy ditangkap tim KPK di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang saat kembali dari Honolulu, Amerika Serikat.

“Tadi malam Menteri Kelautan dan Perikanan diamankan KPK di Bandara 3 Soetta saat kembali dari Honolulu,” ungkap dia.

Saat ini, KPK masih memeriksa Edhy bersama beberapa orang lainnya yang telah ditangkap tersebut.

KPK mempunyai waktu 1X24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang telah ditangkap tersebut. (Tara/JJ)

Tulis Komentar

News Feed