oleh

Bumdes Lingar Jati Pringsewu Diduga Bermasalah

Pringsewu –  Badan usaha milik desa (Bumdes) Linggar Jati pekon Nusawunggu kecamatan Banyumas, Pringsewu di duga bermasalah, pasalnya dana bumdes yang di gelontorkan ratusan juta bersumber dari Dana desa sejak tahun 2017 di pertanyakan pengelolaanya.

Bumdes Lingar Jati, konon yang bergerak di bidang penjualan matrial,dan alat-alat bangunan, dan mendapat kucuran dana dari dana desa hingga kini , diduga tida beroprasi lagi.

Bumdes beralamatkan di depan kantor pekon nusawunggu setempat, selalu keadaan tertutup ,dan tidak ada kegiatan aktifitas .

Dari cek dan recek tim halauan lampung, yang di himpun beberapa sumber di lokasi, bumdes lingar jati dalam mengelolaanya menjual alat alat bagunan,(matrial)

Bahkan aset yang terlihat hanya tersisa satu unit mobil col T lama, yang kini, mangkrak (rusak) yang tidak dapat di gunakan.

terkait keberadaan dan pengelolaan dana bumdes lingkar jati pekon nusa wunggu , patut diduga dana dan aset bumdes adanya dugaan aroma korupsi oleh pengurus bumdes yang baru.

Dari keterangan warga pekon nusa wunggu yang mintak di rahasiakan yang inisial ES, mengatakan bumdes lingar jati sejauh ini, tidak berjalan (vakum)bumdes yang seharus menjual alat -alat bagunan matrial kini tidak ada bahan bagunan di toko tersebut.

Baca Juga :  Cegah Penyimpangan Pelaksanaan Tugas Sie Propam, Polres Pringsewu Laksanakan Monwas

” Toko milik bumdes, cuma sisa pipa paralon saja, yang masih satu unit kendaran mobil col T buruk, yang saat ini mangrak rusak parah tak dapat digunakan lagi, “kata ES.

Kalaupun dijual paling seharga 5juta ,

Hal senada juga diamini Oleh ketua BHP, vakumnya bumdes Lingar Jati di pekon Nusawunggu, diperkuat dengan keterangan ketua BHP pekon Nusawungu, Daryanto saat di konfirmasi terkait penggolaan dana bumdes,

sejauh ini toko milik bumdes, memang tidak berjalan lagi (vakum ).

“Untuk saat ini bumdes Pekon Nusawungu tidak berjalan ,(vakum),secepatnya kita akan kumpul lagi pengurus untuk membahas masalah bumdes, bersama kepala pekon “Kata Daryanto. Jumat 27/11/2020 saat di hubungi via telpon oleh haluanlampung.com.

Di lain pihak, ternyata dana bumdes linggar jati di pekon nusawunggu asetnya cukup pantastis,ratusan juta , hal tersebut dibenarkan oleh ketua bumdes priode 2017 hingga 2020 yaitu saeful Mahmudin yang juga sebagai direktur bumdes lingar jati.

Baca Juga :  Bhabinkamtibnas Simpang Pematang Sosialiasikan Vaksin Covid-19 Secara Door to Door

Menurut pengakuan saeful, bumdes Linggar Jati masih berjalan , aset yang ada,satu unit mobil dan alat-alat matrial bagunan.

Lanjut Saeful, terkait penyertaan modal dari 2017 , pada tahun 2017kita dapat penambahan modal 118,juta di tahun 2018 ada penambahan lagi 100juta sedangkan di tahun2019 penambahan lagi 85juta total kurang lebih 300juta ,kata Saeful.

“Untuk ditahun 2017saja , keuntungan kita samapai 22juta ” Kata saeful.

Saat di singgung terkait pengelolan bumdes tidak berjalan

Saeful, mengaku kalau bumdes tetap berjalan,tapi pengurusnya kurang aktip,

“Di bilang aktif (beroprasi)ya , bukti gak berjalan,mau dibilang aktif ya, bumdes ya ada begitu, ” Kata saeful.

Di singung keberadaan aset bumdes, masih ada yaitu 1unit mobil dan barang matrial bagunan.

“Untuk aset, barang matrial masih ada semua, dan satu unit mobil yang di beli seharga 25juta “kata saeful, saat di hubungi via tlpn segulernya, Jumat (27/11/2020).

Baca Juga :  DPC AWPI Metro Akan Adakan Sunat Masal dan Santunan Anak Yatim, Catat Waktu dan Tempatnya!

Mundurnya kepengurusan bumdes priode 2016-2017 pada saat itu menurut Lusino dikarenakan kebijakan yang tidak sepaham lagi dengan Kepala Pekon (Joko Supriyono) pada bulan Juli tahun 2017, pengurus bumdes lingar jati di ketuai oleh saya sendiri dan juga bendahara Muhtar Aprianto

mengundurkan diri dari kepengurusan bumdes karna tidak lagi sejalan program yang telah direncanakan awal , dengan kebijakan kepala pekon (Joko Suprianto).

Lanjut lusino dikerenakan adanya perubahan perencanaan ,pengelolaan , juga pengurusan Bumdes oleh kepala pekon difinitif yaitu Joko Supriyono ,  pengurus bumdes saat itu(saya-red)mengudurkan diri.

Pengunduran diri pengurus bumdes lingar jati yang lama, disertai penyerahan dana bumdes sebesar 118juta uang (kes) kepada Kepala Pekon (Joko Supriyono) di balai pekon di saksikan sekdes, pada tanggal 24juli 2017 , diketahui juga oleh BHP pekon nusawungu . (*)

Tulis Komentar

News Feed