oleh

Polisi Bekuk Pelaku Penembakan Petani Sawit di Mesuji

Mesuji – Tim gabungan Tekab 308 Polda Lampung dan Polres Mesuji, berhasil mengamankan Fadli (23) pelaku penembakan menggunakan senjata api (senpi) rakitan, yang mengakibatkan korban Ican Wardana (19) petani sawit tewas dengan luka tembakan dibagian leher.

Kapolres Mesuji AKBP Alim mengatakan, pelaku berhasil ditangkap pada Sabtu(28/11/2020) kemarin pukul 20.30 WIB oleh team gabungan Tekab 308 Polda Lampung,Tekab 308 Polres Mesuji dan dibantu Polsek Sungai Menang Polres Kayu Agung, sumatra Selatan (Sumsel). Penangkapan berdasarkan Laporan Polisi No : LP/ -B/XI/2020/ POLDA LAMPUNG/RES MESUI/SEK RAYA tanggal 26 November 2020, tentang pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

“Dengan kegigihan anggota, akhirnya pelaku berhasil diamankan di Polsek Sungai Menang kemudian di bawa Mapolres Mesuji. Barang bukti yang berhasil diamankan 1 helai Baju Kemeja bermotif kotak – kotak yang berlumuran darah serta VER ( Visum Et Repertum ),” kata Kapolres Mesuji AKBP Alim, Minggu (29/11/2020).

Baca Juga :  Terkait PT SMI, Bappeda Mesuji : Ini Peluang

Kapolres menjelaskan, peristiwa penganiayaan dengan menggunakan senpi rakitan yang dilakukan pelaku Fadli (23) bin Arpan warga desa keagungan dalam kecamatan Tanjung Raya, mengakibatkan Korban Ican Wardana, merenggang nyawa mengalami luka ditembak di bagian leher.

Pembunuhan itu dipicu saling klaim lahan sawit milik PT BSMI Kecamatan Panca Jaya. Penembakan itu terjadi pada Kamis (26/11) kemarin pukul 23.00 WIB. di Lapak Desa Kagungan Dalam, Kecamatan Tanjung Raya.

“Saudara SN selaku orang tua korban memanen sawit di jalan poros blok O 39-40 PT BSMI, kemudian hasil yang sudah dipanen sebanyak 70 janjang dan dikumpulkan di areal blok P 39-40, blok P 39-40 tersebut areal yang di klaim AD yang di tunggu oleh FD selaku orang kepercayaan AD,” ungkapnya.

Baca Juga :  Waykanan Catat 8 Kasus Positif Covid-19 Baru

Selanjutnya, pada Kamis (26/11), SN hendak menjual sawit hasil panenannya yang berjumlah 70 janjang itu, akan tetapi buah sawit tersbut sudah tidak ada di tempat. Ketika dicari tahu, di duga buah tersebut telah di jual oleh FD orang kepercayaan AD.

Dari Pukul 18.30 WIB, permasalahan 70 janjang buah sawit antara SN dengan FD dan AD ingin diperjelas, puncaknya pada pukul 22.30 Wib, SN menyuruh anaknya (korban) berinisial IW ke rumah AD yang mempunyai lapak untuk meminta pertanggung jawaban atas buah sawit 70 janjang.

Akan tetapi, pada pukul 23.00 Wib, terdengar suara tembakan satu kali yang didengar warga di dalam Rumah AD dan selang beberapa menit langsung terdengar suara speed both.

Baca Juga :  Awal 2021, Empat Instansi Lingkup Pemkab Tubaba Tempati Kantor Baru

“Mendapat informasi tersebut, anggota langsung ke TKP, dan membawa koban ke medis, tetapi nyawa korban tidak terselamatkan,” katanya.

“Saat ini situasi aman dan kondusif, anggota telah melakukan olah TKP, memeriksa para saksi dan melakukan pengejaran kepada pelaku, serahkan masalah ini kepada pihak kepolisian, diharapkan masyarakat tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, pelaku akan kami tindak tegas sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” tegas AKBP Alim. (Red/Adien)

Tulis Komentar

News Feed