oleh

Proyek Embung Lapangan Golf Cemari Lingkungan

-HEADLINE, KOTA-49 views

BANDARLAMPUNG – Proyek pembangunan embung di Lapangan Golf, Sukarame, Bandarlampung, berpotensi mencemari lingkungan.

Selain berdampak polusi udara, proyek yang dikelola Dinas Pengelolaan Daya Air (BSDA) Provinsi Lampung dengan anggaran miliaran rupiah ini diduga asal-asalan juga menimbulkan banjir di pemukiman warga yang berada di Perumahan Indah Sejahtera IV.

Tak jarang, debu hingga limbah material tanah dan batu sepanjang jalan Pulau Sebesi yang kerap dilintasi truk bermuatan material itu menyumbat drainase hingga banjir.

“Kami merasakan dampak banjir dari proyek pembangunan embung di dalam lapang golf, karena saluran air tersumbat akibat timbunan tanah pekerjaan proyek embung tersebut,” kata Sela, mahasiswa UIN Raden Intan, yang tinggal di Perumahan Indah Sejahtera IV, Selasa (30/11).

Baca Juga :  Vaksinasi COVID-19 : Arinal Lewat Batas Usia, Nunik Terganggu Kesehatan

Sela menilai, proyek embung ini juga mengganggu pengendara akibat jalan dipenugi material tanah.

“Bukan hanya banjir, pengendara juga merasa terganggu dengan aktivitas kendaran mobil truck yang menganggkut tanah dalam perkerjaan proyek embung terebut,” ungkap Sela.

Keluhan yang sama dikatakan Rendi alias Bewok yang jua tinggal di Perumahan Indah Sejahtera IV.
Dirinya merasa terganggu dengan keberadaan proyek embung tersebut. Terlebih, tidak ada yang bertanggungjawab atas dampa yang ditimbulkan dari proyek tersebut.

“Kami tidak tau siapa yang mengerjakan, karena keberadaan proyek embung tersebut di dalam lapangan golf yang tertutup dengan pagar panel, jadi kami harus bagaimana, mau mengadu kemana kalau terjadi banjir,” ungkap Rendi.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 5,4 di Pesibar, Tidak Berpotensi Tsunami

Sementara Camat Sukarame, Zolahudin menyatakan tidak mengetahui keberadaanproyek embung tersebut, sampai saat ini pihak perusahaan proyek tersebut belum mendatangi kantor Camat untuk meminta izin.

“Belum ada izin ke kami,” ungkapnya.

Hal yang sama dirasakan Indira Mauli selaku Pimpinan Perusahaan Independen Post mengaku merasa terganggu dengan debu yang setiap hari terjadi didepan kantornya.

“Aduh, debu tiap hari bikin sesak nafas, bisa bikin penyakit, kantor jadi kena imbas polusi udara, kan kasian anak-anak wartawan tiap hari mengihap debu, sebelum ada proyek ini debu tidak ada, belum lagi jalanan jadi kotor akibat material yang dibawa mobil proyek,” tandasnya. (Adien/JJ)

Tulis Komentar

News Feed