oleh

Akibat Wabah Hama Werang, Banyak Petani di Tanggamus Gagal Panen

Tanggamus – Akibat diserang Hama Werang, petani padi di Tanggamus meradang. Kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus dinilai kurang maksimal. Gagal panen di beberapa daerah di kabupaten Tanggamus akibat hama wareng sangat membuat petani di daerah ini mengeluh.

Hal tersebut di ungkapkan beberapa petani padi di seputaran Kotaagung seperti di pekon Terbaya.

Salah satu petani di Terbaya Rusdi mengatakan, ” Ini kegagalan yang paling parah yang di alami oleh petani di Pekon Terbaya ini. Seakan-akan pihak Dinas Pertanian tutup mata atas peristiwa serangan hama werang ini. Kami mengalami kerugian akibat gagal panen tahun ini. Yang membuat kami kecewa kemana PPL Dinas pertanian Tanggamus. Bantuan-bantuan obat-obatan baik dari Dinas Pertanian maupun dari Kementerian Pertanian dikemanakan ? Ironisnya lagi bangunan OPAL didepan Kantor Dinas Pertanian Tanggamus itu fungsi dan tujuan apa ? Manfaat bagi petani apa ?. Itu sia-sia dikarnakan keberadaan OPAL ( Obor Pangan Lestari) itu tidak kami rasakan manfaatnya.” Ungkap Rusli.

Hal senada disampaikan oleh Wildan petani padi sawah di Pekon Kota Agung. Kepada awak media menerangkan jika imbas hama werang ini sangat dirasakan sekali panen tahun ini. Hasilnya merosot jauh.

Baca Juga :  Ketua KPU Lambar: Kami Siap Jika Pilkada Digelar 2022

Bahkan menurut Wildan akibat dari serangan hama werang ini warga mengalami gagal total panen. Tidak hanya daunya yang mutung namun mati hingga keakar-akarnya. Akibatnya petani kecewa.

Dia mempertanyakan kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus. Dikemanakan bantuan obat-obatan dari Provinsi tersebut. Yang nilainya cukup pantastis.

Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) tidak turun langsung. Hanya kesalah satu kelompok tani saja. Itu pun ke ketuanya saja.

Terkait bantuan yang diberikan sepengetahuannya hanya sebotol. Banyak petani tidak kebagian.

Terkait masalah OPAL (Obor Pangan Lestari) dirinya tidak mengetahui manfaat bagi petani. Jika untuk pembibitan.

Dirinya tidak merasa menerima bantuan bibit maupun obat-obatan dari Dinas Pertanian.

” Saya kecewa dengan kinerja Dinas Pertanian terutama PPLnya. Saat kejadian seperti serangan hama werang ini. Saya tidak merasa menerima bantuan baik obat-obatan atau bibit dari Dinas terkait. Seharusnya PPL itu turun kelapangan. Bukan ke kelompok tani saja, langsung kepetani-petaninya. Agar tahu dan melihat keadaannya langsung. Apa lagi OPAL itu, saya enggak tau manfaatnya bagi petani. Dan lagi perihal asuransi petani itu bukan melalui PPL, yang saya dengar bocorannya petani langsung ke Dinas. Sudah ada yang masuk asuransi di Pekon Kota Agung ini. Namun belum saya dengar mendapatkan klim asuransi terkait gagal panen imbas dari diserang hama werang. Hal itu belum saya dengar.” Imbuhnya.

Baca Juga :  MPC-PP Mesuji Laksanakan Konsolidasi Internal Kepada Kader

Menanggapi keluhan para petani yang mengalami gagal panen akibat wabah hama werang yang mendera petani baru-baru ini. Saat dikonfirmasi oleh awak media di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus, Senin 30/11/2020, Kadis Pertanian Kabupaten Tanggamus Catur Agus Dewanto menerangkan,

“Hama werang jika tidak tepat menanganinya akan terjadi ledakan. Seperti orang sakit kepala dikasih obat sakit perut. Bukan nyembuhin malah meledak. Tanggamus ini 2 dari kabupaten se Lampung. Karna iklim menyebabkan WBC (Werang Batang Coklat). Dipengaruhi cuaca. Sudah diramalkan oleh BMKG. Ini sudah diatas ambang ekonomi. Terjadinya hama werang ini dipengaruhi siklus iklim. Sesuai amflitudo suhu. Banyak petani tidak mengikuti anjuran dari kami (Dinas Pertanian). Sudah kami adakan pengedalian hama. Gerakan Pengendalian dari bulan Oktober. Hama werang bukan hanya menyerang di Tanggamus saja yang mengalami gagal panen namun terjadi juga di Pesisir Barat. PPL sudah kami turunkan ke lapangan, membantu petani. Mengenai OPAL (Obor Pangan Lestari) tersebut bantuan dari Provinsi. Sistemnya bergulir, dan terus tetap bergulir. Sudah beberapa kali dimanfaatkan untuk bibit percontohan di Tanggamus. Yang masuk asuransi hanya tanaman pangan, petani padi saja. Peternakannya ternak sapi dan kerbau yang masuk asuransi. Sudah diperintahkan PPL yang mengurusnya. Nanti PPL yang ke kabupaten.” Katanya Catur. (Ant/bas)

Tulis Komentar

News Feed